Sarana Agri

– More Than Agriculture Solution –


Tinggalkan komentar

Nominee 100OF

nominee_250ml

Buat Kocek dan Daya Kerja, Diatas Rata-Rata

Tanaman padi kita digerogoti oleh gulma? Dampaknya tentu akan mengurangi hasil dan menurunkan kualitas hasil panen. Gulma yang dominan dihadapi oleh tanaman padi adalah jajagoan, ia merupakan kompetitor tanaman padi yang paling ngeyel sedunia. Jajagoan terdiri atas beberapa jenis antara lain Echinochloa colonum (L.) Link and Echinochloa crus-galli (L.) Beauv. Kemudian ada rumput dari golongan teki atau alang-alang seperti Cyperus diformis dan Fimbristylis miliaceae Wahl., pada lahan pasang surut ada juga Cyperus iria.  Ada lagi golongan lainnya dari bangsa gulma berdaun lebar seperti Eceng gondok (Monochoria vaginalis) dan semanggi (Marselia crenata). Satu lagi yang sering kita dengar (ada lagu koplonya pula) adalah rumput cabe-cabean (Cleome rutidosperma), dan rumput jarum (Chrysopogon aciculatus). Nah selain itu banyak lagi gulma pertanaman padi yang harus kita hadapi setiap kali musim tanam, sangat mengganggu dan jika tidak dikendalian maka padi akan merana. Jika sudah demikian padi akan “berproduksi segan, mati tak mau”.

Universidad de Puerto Rico

Echinochloa colonum foto: http://www.botani.si.edu

Teknologi tepat guna dalam pengendalian gulma padi antara lain adalah penyiangan dengan landak atau gasrok. Teknik ini berbau manual namun efektif sekali sebagai usaha padat karya dengan mempekerjakan orang banyak. Sungguh nasionalis dan memberikan simbol gotong-royong yang ciamik. Apalagi kalau tidak ada gasrok, maka tanganpun jadi, walhasil perawatan padi pun relatif mahal dengan banyaknya tenaga yang terlibat. Tapi bagaimana dengan daerah yang kekurangan tenaga buruh tani seperti di Kalimantan? Maka teknik gasrok menjadi tidak signifikan, ditambah lagi dengan lahan pasang surut yang terkadang berlumpur. Tak jarang pada lahan ini bukan hanya gasroknya yang tenggelam, tapi juga manusianya.

Teknologi lainnya yang sudah umum juga yaitu pengendalian gulma dengan bahan kimia, beberapa perusahaan pestisida sekarang berlomba-lomba menemukan atau membeli formulasi yang paling efektif dalam mengendalikan gulma lahan pertanian padi. Tak hanya itu, para petugas lapangan pun berpacu untuk menawarkan produknya guna menguasai lahan pertanaman padi yang begitu luas di negara agraris ini. Banyak jualan, target tercapai, maka bonuspun semlohai.

Bahan-bahan kimia seperti 2,4 dimethyl-amina, bensulfuron, ethoxysulfuron, thiobencarb, oxadiargyl, pretilachlor, shalatop butil penoksulam dan akhirnya bispyribac sodium berlomba-lomba menuju pasar lahan padi yang gemerlap di asia. Merk-merk yang sudah kita kenal seperti lindomin, raft, thopshot, metafuron, clipper + clincher hingga campur sari 2,4D + ethyl klorimuron dalam nama dagang ally plus pun juga sudah kita selami. Namun apa yang dominan? Tentunya tanpa menjustifikasi batin, setiap formulasi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Salah satu bahan aktif herbisida purna tumbuh pada padi yang beredar di pasaran saat ini adalah bispiribak sodium dengan nama dagang Nominee 100OF. Ia berasal dari golongan pirimidinyl (thio) carboxy yang efektif mengendalikan beberapa kelompok gulma semusim (annual), tanaman tahunan (perennial), alang-alang, dan gulma berdaun lebar pada pertanaman padi. Cara kerjanya adalah dengan menghambat sintesa asetolaktat pada lalu-lintas biosintesis tiga rantai cabang asam amino (shimizu, 1997). Kematian tanaman terjadi akibat tanggapan terhadap terhalangnya sintesa asetolaktat dan produksi rantai cabang asam amino yang rendah, namun urutan aktual proses fitotoksikologi pada tanaman masih diselidiki.

Beberapa jenis gulma pertanaman padi yang dapat dikendalikan dengan Nominee 100OF antara lain

1. Gulma berdaun lebar (Monochoria vaginalis dan Limnocharis flava).

Limnocharis flava       foto : http://www.swartia.net

2. Gulma berdaun sempit (Echinochloa colonum (L.) Link dan Echinochloa crus-galli (L.) Beauv.), kita kenal jenis ini dengan nama jajagoan.

echinocloa

Echinochloa crus-galli foto : wikipedia

3. Gulma Teki (Cyperus difformis, Cyperus iria, dan Fimbrystilis milliacea).

Nuhelewai Stream, Honolulu

Cyperus difformis (teki) foto : http://www.aecos.com

Harga yang relatif mahal tetapi dengan anjuran aplikasi hanya sekali dan dengan dosis rendah pula, Nominee 100OF patut anda coba. Beberapa testimoni dari petani mengindikasikan bahwa padi kurang mengalami stress dengan aplikasi Nominee 100OF.

Pada penelitian yang dilakukan oleh PARC Rice Programme Kala Shah Kaku di Lahore, Pakistan, Nominee dengan bahan aktif bispyribac sodium menunjukkan hasil pengendalian gulma tertinggi dari beberapa produk lainnya sebesar 90,5%, sementara itu Sunstar Gold 60WG dan Sunstar 15WG hanya dengan efektifitas pengendalian gulma berturut-turut sebesar 87,18% dan 82,08%, sedangkan Stallion 13WG hanya sebesar 69,49% (@ariyoso).

Anda hanya membutuhkan takaran Nominee 100OF sebanyak 0,75 – 1,25 ml/liter air saja. Aplikasi Nominee 100OF sebaiknya dilakukan pada saat gulma tumbuh subur dalam keadaan dihentikannya pengairan ke dalam petakan sawah. Pada kondisi sawah macak-macak, daya kerjanya akan lebih optimal. Sementara itu rekomendasi Nominee 100OF untuk 1 hektar sawah hanya sebanyak 250ml.

  •  Beli nominee 100OF 100ml disini >>> (harga net Rp 90.000)
  • Beli nominee 100OF 250ml disini >>> (harga net Rp 195.000)


2 Komentar

Dupont Ally Plus 77WP

ally plus

Sekali Aplikasi 3 Bulan Gulma Padi Tak Muncul Lagi

Herbisida purna tumbuh dupont ally plus 77WP ini efektif memberantas gulma pengganggu tanaman padi. Aplikasinya dapat disemprot maupun dicampur dengan pupuk, ini memungkinkan petani untuk menghemat waktu pemeliharaan. Pencampuran pupuk dilakukan dengan bertahap, katakanlah jika kita memiliki 6 kg pupuk urea untuk ditabur di areal sawah seluas 35 meter persegi,

Trik pencampurannya Ally Plus 77 WP yang paling efektif adalah seperti berikut:

  • Ambil dari 6 kg pupuk tersebut pupuk kira-kira 1kg dengan menggunakan wadah kecil, kemudian masukkan 1 sachet Ally Plus 77WP dan aduk hingga rata, lalu diamkan selama 5 menit,
  • Setelah itu campurkan kembali 1 kg pupuk dalam wadah tersebut ke dalam seluruh pupuk yang sebanyak 6 kg tadi, aduk kembali hingga rata
  • Diamkan selama kurang lebih 10 menit, lalu tabur ke areal sawah.

Maka rata-rata gulma akan mati dan biasanya akan tumbuh banyak kembali baru setelah 3 bulan lamanya, cukup lama bukan??

Jika demikian perawatan akan lebih menghemat tenaga, dan gasrok pun tidak banyak terpakai.

Keunggulan Ally Plus 77WP

  1. Praktis
  • Herbisida pra tumbuh dan purna tumbuh, bisa digunakan saat gulma belum tumbuh ataupun sudah tumbuh.
  • Dapat ditabur maupun disemprot.
  1. Hemat
  • Dapat disemprot maupun tabur bersama dengan pupuk, sehingga dapat menekan biaya aplikasi.
  1. Hebat
  • Setelah aplikasi tidak menyebabkan daun padi menjadi kuning
  • Membantu meningkatkan produktifitas tanaman padi, karena gulma pengganggu akan lama baru tumbuh kembali.

Anda sibuk mengurusi gulma, biarkan Ally Plus bekerja menahannya, Ally Plus tersedia dalam kemasan 40 gram, harga cuma Rp 12.000 per sachet/tangki semprot.

beli Ally Plus 77WP disini >>>