Sarana Agri

– More Than Agriculture Solution –


5 Komentar

Topsin 500SC

Topsin 500SC

Fungisida Dengan Kemampuan Triple Action

Fungisida ini memiliki keunggulan kombinasi yang khas dari sifat preventif, kuratif dan sistemik serta berspektrum luas, untuk mengendalikan penyakit pada berbagai tanaman seperti apel, bawang merah, bawang putih, cabai, melon, semangka, padi, tembakau dan pisang.

Protektif artinya ketika diaplikasikan pada tanaman, ia akan mencegah spora jamur berkembang atau melakukan penetrasi ke dalam jaringan inang tanaman. Fungisida dengan mode kerja ini harus diaplikasikan sebelum spora jamur menginfeksi tanaman. Dengan demikian jaringan tanaman yang berkembang setelah aplikasi menjadi tidak terlindungi, karena mode kerja protektif tidak akan efektif setelah jamur berkembang di dalam jaringan tanaman. Contoh fungisida protektif termasuk dari golongan mankozeb, tembaga, metil tiofanat dan klorotalonil. Tetapi beberapa jenis fungisida berbahan aktif kloratalonil telah memiliki kemampuan untuk melindungi jaringan tanaman baru bahkan setelah aplikasi dengan memanfaatkan hujan sebagai pembawa bahan aktifnya ke seluruh jaringan tanaman.

blas daun padi dengan pola bercak belah ketupat

blas daun padi dengan pola bercak belah ketupat

Mode kerja kuratif adalah kemampuan bahan aktif dalam melawan perkembangan jamur sesaat setelah aplikasi. Biasanya fungisida ini memiliki tenggang waktu kerja untuk melakukan “kickback activity” infeksi jamur setelah aplikasi, ia akan melawan dan mengendalikan infeksi jamur selama tenggang waktu tersebut.

Sementara sistemik adalah mode kerja fungisida yang masuk ke dalam jaringan tanaman, dan secara lokal melindungi jaringan tanaman yang diberikan aplikasi. Dalam dunia modern, mode kerja sistemik seringkali disebut sebagai sistemik lokal.

powdery mildew melon

embun tepung melon, daun tidak bisa berfotosintesis klo udah gini

alternaria onion saragri

bercak Alternaria porri, cepat menyebar

Berikut ini adalah beberapa penyakit tanaman yang dapat dikendalikan oleh Topsin 500SC:

  • Apel :
    Embun tepung (Oidium sp.) 1-2ml/liter
  • Bawang Merah, bawang putih :
    Bercak daun (Alternaria porri) 2-4 liter/hektar
  • Cabai :
    Antraknosa/Patek (Coleothricum sp) 2-4 liter/hektar
  • Padi :
    Blas Daun dan Blas Leher (Pyriculae oryzae) 0,5-1 liter/hektar
  • Tembakau :
    Patik daun (Cercospora nicotinae) 1-2 liter/hektar
  • Melon dan Semangka :
    Embun Tepung (Oidium sp) 0,5-1ml/liter
  • Semangka :
    Antraknosa (Coleothricum sp) 0,5-1ml/liter
  • Pisang :
    Sigatoka (Micospharella musicola) 300ml/hektar.

Strategi pemakaian Topsin 500SC dapat dicampur dengan fungisida lain untuk spektrum kendali lebih luas, dan mengurangi risiko resistensi, terutama dengan fungisida golongan triazol.
Untuk Patek/Antraknosa pada cabai, Topsin 500SC sangat efektif diaplikasikan pada saat keluarnya calon buah pertama dengan interval 4 hari sekali. Dengan penanganan yang tepat dan konsisten dengan tetap memperhatikan sanitasi lahan, cabai anda akan bebas patek/antraknosa.

antraknosa/busuk kering pada cabai, aplikasi topsin 500SC pada saat buah pertama

antraknosa/busuk kering pada cabai, aplikasi topsin 500SC pada saat buah pertama

  • cek stok/beli lewat SMS/Telpon 0821 5209 9938
  • pilih produk langsung dari toko kami di sebelah kanan.
Iklan


1 Komentar

Centazol 250EC

centazol

Fungisida Padi dan Anti Bercak

Centazol 250EC lazimnya digunakan untuk membantu memaksimalkan proses pengisian bulir padi sejak masa penyerbukan hingga masak.
Selain itu beberapa komoditi sayuran dan tanaman hias seperti timun, kacang panjang, cabai, kentang, bawang serta pisang telah lazim menggunakan bahan aktifnya untuk mengendalikan penyakit bercak daun secara protektif. Aplikasi Centazol 250EC baik dilakukan mulai usia dini hingga fase produksi. Dengan takaran yang relatif sedikit yaitu 0,5 – 1ml/liter, Centazol 250EC patut untuk anda miliki sebagai alternatif pengendalian penyakit bercak alternaria, embun tepung, bercak ungu pada sayuran dan tanaman hias, terutama blas pada padi.

Pada gambar di bawah ini adalah penyakit-penyakit yang dapat dikendalikan oleh Centazol 250EC:

1        2        3        embun tepung cabai

Gambar 1, 2, 3 berturut-turut adalah antraknosa bawang, blas daun padi, blas leher padi, dan embun tepung cabai. Takaran penggunaan Centazol 250EC cukup ekonomis, hanya 0,5 – 0,75ml/liter air.

  • cek stok/beli lewat SMS/Telpon 0821 5209 9938
  • pilih produk langsung dari toko kami di sebelah kanan.


93 Komentar

Dithane M-45

dithane 500

Fungisida Anti Busuk yang Enteng di Kantong

Dithane M-45, ya, kita mungkin sudah sangat akrab dengan fungisida alias pembunuh jamur pada tanaman ini, tapi apa keunggulannya, terbuat dari apa, dan apakah dampak aplikasinya bagi manusia dan lingkungan??Mari kita simak sejenak.

Dithane M-45 merupakan fungisida berbentuk tepung yang biasa digunakan untuk mengendalikan penyakit yang berasal dari jamur (fungal borne disease) berspektrum luas pada pertanian, hortikultura, florikultur, dan tanaman pangan.  Bersifat biodegradable dan tidak terakumulasi dalam jumlah besar pada lingkungan.

Bahan aktif dalam dithane M-45 adalah mankozeb, yang merupakan sub kelas dari pestisida karbamat yang

Kondisi Paprika ketika terserang busuk Phytoptora, mixed dithane dengan fungisida lain, gilir pemakaiannya dengan bakterisida – temukan di dalam paket untuk setiap pembelian anda kemasan apapun

disebut ditiokarbamat. Cara kerjanya sama dengan insektisida karbamat seperti beberapa merk yang kita kenal yaitu mipcinta 50 WP, sevin 85 SP, dan lannate® 25 WP, perbedaannya terletak pada fungsinya yang mempengaruhi sistem saraf metabolit utama yaitu karbon disulfide.

Dithane M-45 termasuk fungisida kontak yang berfungsi melindungi tanaman dari serangan jamur lebih lanjut. Ia membentuk lapisan tipis pada permukaan tanaman dan secara perlahan mengeluarkan senyawa tertentu yang mengganggu aktivitas pernafasan jamur. Dithane M-45 mencegah pembentukan spora pada jamur sehingga tidak dapat menyebar.

Beberapa penyakit jamur yang dapat dikendalikan oleh dithane M-45 diantaranya adalah busuk daun, bercak daun, busuk buah, cacar daun , gugur daun, bercak ungu, mopog, karat daun, dan busuk batang.

Penyakit busuk Phytophthora yang disebabkan oleh jamur Phytophthora capsici (busuk batang) dan Phytoptora infestans (busuk daun) telah banyak menyebabkan kerugian ekonomi para petani cabai, tomat dan kentang. Penyebaran penyakit ini sangat cepat pada musim hujan yang sedang kita alami sekarang ini. Patogen ini menyebar cepat melalui tanah dan air, atau melalui percikan tanah. Pengalaman kami menunjukkan bahwa penyakit ini hanya dapat diatasi dengan penerapan manajemen pertanian yang baik dan modern, rotasi tanaman, dan pemakaian fungisida yang teratur, Dithane M-45 bisa menjadi alternatif fungisida yang anda pilih untuk mengatasi penyakit-penyakit ini.

busuk buah antraknosa, aplikasikan dithane M-45 bersamaan dengan fungisida lain sebagai rolling

Nah banyak bukan manfaatnya. Aplikasi yang dianjurkan pada stadia penyakit lanjut adalah 3 hari sekali dengan penyemprotan dosis tinggi pada saat serangan terlihat.

Berikut ini adalah interval terbaik penggunaan dithane M-45 pada beberapa jenis tanaman:

Tomat, kentang, dan sayuran 3 hari
Tanaman pangan 7 hari
Jeruk 14 hari
Anggur 28 hari

Dithane M-45 tersedia dalam kemasan 200 gram dan 500 gram. Jangan Asal Beli Barang, Setiap pembelian dengan Sarana Agri akan mendapatkan strategi aplikasi khusus untuk penyakit Busuk daun Phytoptora dan busuh buah Antraknosa di dalam paket.