Sarana Agri

– More Than Agriculture Solution –


4 Komentar

Budidaya Labu Siam

Latin: Sechium edule

Inggris: Chayote

Cultivar: Lokal

Tanaman labu tergolong mudah ditanam, tersebar di berbagai belahan dunia. Dataran tinggi berhawa dingin maupun dataran rendah berhawa panas tidak menjadi hambatan. Daerah dengan ketinggian 200-1000 m dpl paling cocok ditanami labu siam. Ia mampu berantisipasi terhadap kekurangan maupun kelebihan air.

Labu dapat tumbuh optimal pada tanah kering dan berdrainase serta aerasi baik, gembur, serta kaya bahan organic. Pada pH 5-6,5 cocok tumbuh.

Pengolahan Tanah

Tanah yang sudah diolah dengan pencangkulan 2 kali hingga gembur diberi pupuk kandang dan ditaruh di sekitar lubang tanam. Tanah tidak perlu dibedeng atau gulud. Akan tetapi dibuat parit kecil di sekeliling lahan dan diantara beberapa baris tanaman.

Penanaman

Masukkan biji yang telah bertunas dari buah labu siam tua ke dalam lubang dengan jarak tanam 4×4  cm, dengan 2-3 biji per lubangnya.

Pemeliharaan

Penyulaman tanaman dilakukan pada tanaman yang tidak sehat pertumbuhannya dengan bibit baru yang kira-kira umurnya sama, dilakukan satu minggu setelah tanam. Penyiangan gulma sebelum tanaman labu tumbuh merambat atau menjalar dan mengurangi bahaya hama dan penyakit tanaman.

Setelah tanaman mengeluarkan sulur, perlu dibuat para-para dengan menggunakan belahan bambu yang ditancapkan di sekitar batang dengan tinggi bambu atau kayu 1,5 m. Setiap bambu dijadikan tiang rambatan menyambung ke bambu lainnya di bagian atas. Kemudian ditambahkan lagi bambu dengan posisi melintang dan membujur agar bidang kotak menjadi sekitar 30×30 cm atau 50×50 cm.

Pemangkasan dilakukan pada tanaman berumur 3-6 minggu, pemangkasan dilakukan pada cabang agar tunas menyebar dengan baik sehingga buah tumbuh merata dan baik. Cabang tua yang tidak tumbuh memanjang lagi dipotong ujungnya agar tumbuh tunas baru. Daun-daun yang sudah tua juga dipotong.

Pemupukan

Kebutuhan pupuk kandang adalah 5 kg per lubang tanam. Rekomendasi pupuk anorganik tambahan untuk labu siam menurut Maynard and Hoomuth (1999) adalah sebagai berikut:

Umur

Urea

SP36

ZA

KCl

Kg/hektar/musim tanam

Sebelum Tanam

149

250

72

2 minggu setelah tanam

56

27

4 minggu setelah tanam

56

27

6 minggu setelah tanam

56

27

8 minggu setelah tanam

56

27

Hama dan Penyakit Tanaman

Pengendalian hama dilakukan apabila diperlukan saja seperti serangan yang sering menyerang yaitu ulat grayak dan kepik dapat diatasi dengan penyemprotan insektisida marshall 200 EC 3,75 ml/l atau sevin 85 SP dengan dosis 3 gr/l.

Sedangkan penyakit yang sering menyerang adalah cendawan fusarium atau layu fusarium dilakukan peyemprotan fungisida antracol 70WP.

Panen

Panen pertama dilakukan setelah tanaman berumur 4 bulan setelah tanam tergantung tingkat perkembangan buah yang diinginkan. Cara pemanenan dapat dilakukan dengan pemotongan tangkainya menggunakan pisau, tetapi jangan sampai jatuh karena kulitnya mudah lecet sehingga dapat mengurangi mutunya.

Iklan


1 Komentar

Budidaya Kangkung

Latin: Ipomoea reptans

Inggris: Kangkong

Cultivar: Bika, Bisi, Kencana, Bangkok LP1

Bibit kangkung harus sesuai dengan lahan, kangkung air tidak cocok ditanam di darat, begitu juga sebaliknya. Bibit diambil dari kangkung muda dengan batang besar, tua, daun besar dan ditanam dengan stek batang. Sedangkan benih diambil dari tanaman tua, kering, serta berkualitas baik.

Pengolahan Tanah

Tiga minggu sebelum penanaman tanah diolah dan dicampur pupuk kandang atau organic 10 ton per hektar, diberi air dengan ketinggian 5 cm dan diberi urea 1 kwintal per hektar. Setelah itu dibuat bedengan dengan lebar 0,8-1,2 meter, panjang 3-5 meter dan kedalaman 15-20 cm serta jarak antar bedeng 50 cm atau tergantung ketersediaan lahan.

Persemaian

Jarak lubang tanam semai adalah 20×20 cm sedalam 5 cm, dan untuk penanaman benih disebar dalam baris berjarak 15×5 cm. Benih sebaiknya ditanam pada sore hari.

Pemeliharaan

Penyiraman diperlukan secara teratur bagi kangkung darat yaitu 2 kali sehari pada pagi dan sore hari terutama pada musim kemarau. Penyiangan gulma dilakukan setiap 2 minggu, selain itu dapat juga dilakukan penjarangan dan penyulaman tanaman yang kurang baik.

Pemupukan

Pemupukan dengan penaburan harus diperhatikan agar tidak mengenai daun kangkung karena dapat mengakibatkan layu atau mati. Rekomendasi pupuk untuk kangkung menurut Maynard and Hoomuth (1999) adalah sebagai berikut:

Umur

Urea

SP36

ZA

KCl

Kg/hektar/musim tanam

Sebelum Tanam

187

311

112

3 minggu setelah tanam

187

112

Hama dan Penyakit Tanaman

Hama yang sering menyerang kangkung adalah belalang dan ulat yang dapat diatasi dengan penyemprotan insektisida sidacis 25 EC ataupun matador 25 EC dengan dosis 2 ml/l. Sedangkan peyakit yang lazim menyerang adalah karat putih yang dapat diatasi dengan penyemprotan Dithane M-45.

Panen

Panen dilakukan sore hari dengan ciri batang besar dan berdaun lebar. Panen pertama dapat dilakukan pada hari ke-12 dengan panjang batang kira-kira 20-25 cm atau ketika berumur 27 hari. Cara pemanenan dapat dengan menggunakan pemotong dengan memangkas batang dan menyisakan sekitar 2-5 cm batang di atas permukaan tanah. Selain itu panen dapat juga dilakukan dengan mencabutnya sampai akar.


Tinggalkan komentar

Budidaya Lobak

Latin: Raphanus sativus

Inggris: Raddish

Cultivar: Raddish No.22

Lobak merupakan sayuran umbi yang dapat tumbuh baik pada dataran tinggi pegunungan ataupun dataran rendah dengan iklim lembab dan dingin. Tanah yang akan ditanami lobak hendaknya gembur, subur atau banyak mengandung bahan organik, kekurangan bahan organik dapat diatasi dengan pemberian pupuk kandang ataupun organik.

Lobak terdiri atas jenis genjah yang berumbi bulat, dengan masa panen relatif singkat antara 25-30 hari, jenis sedang dengan masa panen 40-60 hari, maupun jenis dalam yang berumbi panjang dengan masa panen 60-80 hari setelah tanam. Salah satu cultivar lobak yang digunakan adalah raddish no.22.

Penanaman                         

Tanah yang akan ditanami dibuat bedengan seperti halnya jika akan melalukan penanaman sayuran lainnya. Akhir musim hujan dapat menjadi pilihan tepat untuk melakukan penanaman sayuran umbi ini.

Biji yang tersedia disebar berbaris dalam satu alur bedengan dengan jarak tanam 60×20 cm. Pemanenan daun dapat dilakukan ketika lobak berumur 25 hari setelah tanam. Sedangkat umbi yang ditinggal dapat dipelihara lebih lanjut.

Pemeliharaan

Pemeliharaan lobak dapat dilakukan dengan penjarangan, dan penyiangan. Penjarangan diatur sehingga umbi akar satu dengan yang lainnya tidak berdekatan, maka jaraknya dibuat antara 15 – 20 cm. Pada saat penjarangan dapat juga dilakukan penyiangan gulma atau rumput liar yang tumbuh, hal ini sangat membantu pembesaran dan pertumbuhan umbi.

Pemupukan

Standar pemupukan jika menggunakan bedengan dengan panjang 50 meter dapat dilihat pada table sebagai berikut:

Umur

Urea

SP36

KCl

Kg/hektar/musim tanam

Sebelum Tanam

112

250

90

2 minggu setelah tanam

112

90

Panen

Tanaman lobak dipanen setelah umbinya mencapai ukuran optimal untuk konsumsi, pada dataran rendah biasanya dipanen lebih cepat daripada dataran tinggi.