Sarana Agri

– More Than Agriculture Solution –


Tinggalkan komentar

Budidaya Wortel

Latin: Daucus carota

Inggris: Carrot

Cultivar: kuroda, pusaka, ideal, red judy, red sky

 

Persiapan Lahan

Tanah dicangkul hingga 40 cm atau lebih kemudian dibiarkan kena sinar matahari langsung, tambahkan pupuk kandang sebanyak 1,5 kg/m2. Bedengan disiapkan dengan tinggi 15 cm, lebar 100 cm, panjang disesuaikan dengan lahan serta jarak antar bedengan sekitar 40 cm. Pada bedengan dibuat parit dengan lebar 15 cm dan kedalaman 25 cm, serta jarak antar 40 cm. isi dengan pupuk kandang sebanyak 1 genggam untuk 10 meter.

Penanaman

Buat garis memanjang pada barisan yang telah diberi pupuk kandang, taburkan pada alur tersebut biji wortel yang telah dicampur pupuk kandang agar penebarannya merata dan tidak tumbuh berhimpitan. Tutup kembali biji yang dialur dengan pupuk kandang setebal 1 cm, lalu tutup dengan jerami atau daun pisang, kemudian dibuka setelah tanaman tumbuh.

Pupuk pertama diberikan pada saat penanaman dengan cara ditabur pada alur memanjang dengan jarak 5 cm dari posisi tanam. Perkiraan dan dosis pemupukan dapat dilihat pada table berikut:

Umur

Urea

SP-36

KCl

Kg/Ha/Musim Tanam

Sebelum Tanam

249

311

112

4 minggu setelah tanam

124

56

6 minggu setelah tanam

124

56

Pemeliharaan

Penyiraman dilakukan terus menerus hingga biji berkecambah. Kemudian penjarangan dilakukan untuk tanaman yang tumbuh rapat, sehingga diperkirakan jarak tanamnya 5 cm. Lakukan juga penyiangan gulma dan pembumbunan pangkal umbi yang kelihatan di permukaan tanah. Pemupukan tambahan ke dua dilakukan pada umur 1-1,5 bulan terdiri dari urea 50 kg/ha, dan KCl 20 kg/ha dengan cara dialur 5 cm dari tanaman.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian dilakukan bila perlu saja, jika serangan ditemukan atau telah melebihi ambang batas. Beberapa pestisida yang bias digunakan adalah decis 25 EC dan Antracol 70 WP.

Panen

Umumnya panen dilakukan pada umur 3 bulan tergantung varietas. Saat panen yang tepat dengan melihat keadaan umbi agar tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.

Iklan


2 Komentar

Budidaya Tomat

Latin: Lycopersicon esculentum

Inggris: Tomatoes

Cultivar: Tymoti F1, Lentana F1

Persemaian

Rumah bibit dipersiapkan dari bambu dengan atap palstik. Lebar 1,2 m, tinggi bagian depan 1,5 m dan belakan 1 m, panjang sesuaikan dengan keperluan. Di dalam rumah bibit dibuat bangku dari bambu atau kayu untuk meletakkan panel bibit.

Siapkan tray semai, kertas tissue yang mudah menyerap air, sprayer 1lt, dan pinset. Letakkan 3-5 lapis kertas tissue ke dalam tray semai kemudian basahi dengan air secukupnya.

Benih sebanyak 75-100 biji ditebar diatas kertas tissue yang telah dibasahi tadi. Kemudian tray semai ditutup biarkan selama 3-4 hari di tempat yang tidak terkena cahaya langsung. Pertahankan agar tissue selalu lembab.

Pindah Tanam

Isi panel atau polybag semai dengan media sampai penuh, kemudian basahi dengan air. Benih yang sidah berkecambah pindahkan dari tray semai ke panel atau polybag semai dengan jumlah 1 benih setiap lubang. Simpan panel atau polybag ke dalam rumah bibit sampai 4-6 minggu atau siap tanam.

Persiapan Lahan

Tanah dicangkul dan dibuat bedengan berukuran 2 m, panjang disesuaikan dengan lahan. Tinggi bedeng dibuat 30 cm digunakan sebagai tempat pemeliharaan. Diatas bedengan ditaburi pupuk kandang 15 ton/ha, kemudian aduk rata dengan tanah. Rapikan kembali tanah bedengan dengan ditutup mulsa plastic hitam perak, kemudian kunci mulsa agar tidak sobel terbawa angina

Penanaman

Lubangi plastic dengan diameter 10 cm pada jarak tanam, dengan 2 baris tanaman per bedeng berjarak 30 cm antar bedengan dan 70 cm jarak tanaman dalam barisan.

Penanaman dilakukan pada bibit yang sudah berumur 4-6 minggu atau telah memiliki 3-5 daun. Tiap lubang diisi dengan satu bibit dan dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak akar atau daun tanaman.

Penyulaman atau penggantian tanaman yang kurang baik pertumbuhannya dilakukan pada satu minggu setelah tanam.

Pemberian ajir dilakukan 3-4 minggu setelah tanam. Ajir yang digunakan dapat terbuat dari bambu atau kayu 2 x 100 cm, ditancapkan 10 cm dari pohon, ditanamkan dalam tanah sedalam 20-30 cm dengan posisi miring keluar.

Pengikatan tanaman pada ajir dilakukan pada umur 3-4 minggu setelah tanam dengan tali plastik/raffia.

Perlu dilakukan perwiwilan dengan membuang tunas air di bawah percabangan pada umur 4-6 minggu setelah tanam agar buah tidak kerdil dan masaknya tidak terlambat.

Penyiangan gulma dilakukan tergantung pertumbuhan gulma minimal 2 minggu sekali.

Penyiraman dilakukan pada saat berbunga selama 2 hari sekali.

Pemupukan Tambahan

Pemupukan tambahan dilakukan dimulai pada saat tanaman berumur 2 minggu dengan rekomendasi untuk tanah mineral dengan tingkat kandungan P dan K sedang (Maynard and Hoomuth, 1999, dalam Susila, 2006).

Umur

Urea

SP-36

KCl

Kg/Ha/Musim Tanam

Sebelum Tanam

199

311

90

2 Minggu setelah tanam

100

45

5 minggu setelah tanam

100

45

7 minggu setelah tanam

100

45

Panen dan Pasca Panen

Panen pertama dapat dilakukan mulai 3 bulan setelah tanam kemudian setiap 7 hari sekali. Saat panen buah jangan terlalu masak agar dapat disimpan lama, buah yang sudah dipanen segera disortir (dipisahkan) berdasarkan grade yang sesuai dengan permintaan pasar.

Hama dan Penyakit

Pengendalian dilakukan bila perlu saja jika terlihat adanya serangan hama atau penyakit. Hama yang biasa menyerang tomat adalah kutu, penggorok daun, leafminers, ulat buah, dan lalat penusuk dapat dikendalikan dengan insektisida Marshall 200EC dengan dosis 1 – 2 ml/liter yang diselingi dengan Sevin 85SP dengan dosis 1,5-2 mg/lt atau Lanate 40WP dengan dosis 1 mg/lt. Sedangkan penyakit yang biasa menyerang tanaman tomat antara lain bercak kering, hawar daun, busuk daun, dan busuk buah dapat dicegah dengan fungisida seperti benlox dengan dosis 1 mg/liter atau Dithane M-45 pada saat umur 7-14 hari dengan interval pemberian 7 hari sekali.


Tinggalkan komentar

Budidaya Pakchoy

Latin: Brassica rapa cv. Pakchoy

Inggris: Pakchoy

Cultivar : Nauli F1

Pembibitan

Pembibitan dilakukan dengan penaburan benih pada bedengan lalu ditutup tanah setebal 1-2 cm, kemudian disiram dengan sprayer atau gembor. Benih akan tumbuh dalam waktu 3-4 hari. Pemindahan ke bedengan tanam setelah berdaun 3-5 helai.

Persiapan Lahan

Tanah bedengan yang sudah disiapkan digemburkan dan bersih serta tidak boleh ternaungi. Penggemburan tanah dilakukan dengan pemberian pupuk kandang sebagai pupuk dasar, sebaiknya dilakukan 2-4 minggu sebelum bibit ditanam.

Lebar bedengan diatur sepanjang 120 cm, sesuai ukuran petak tanah dengan tinggi 20-30 cm. Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemberian pupuk tambahan dapat dilihat pada table berikut.

Pemupukan tanaman pakchoy dapat dilakukan pada 3 minggu setelah tanam. Adapun rekomendasi pupuk untuk pakchoy pada tanah mineral dengan tingkat kandungan P dan K sedang (Maynard and Hoomuth, 1999, dalam Susila, 2006).

Umur

Urea

ZA

SP-36

KCl

Sebelum tanam

187

311

112

3 minggu setelah tanam

187

112

Penanaman

Pilih bibit yang batangnya tumbuh tegak dan daun hijau segar serta yang tidak terserang hama atau penyakit. Buat lubang tanam dengan ukuran 4-8 x 6-10 cm, pindahkan bibit ke lubang tanam dan kemudian rapikan.

Penyiraman dilakukan teratur terutama pada musim kemarau. Lakukan penjarangan tanaman pada usia 2 minggu setelah tanam, dan lakukan penyulaman tanaman yang mati jika perlu. Penyiangan gulma dapat dilakukan 2-4 kali selama masa tanam.

Hama dan Penyakit

Hama yang biasa menyerang antara lain ulat, thritip, siput, dan cacing bulu. Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian pestisida yang tepat seperti matador 25EC, ataupun Dursband 200EC. Bila ditemukan serangan dalam jumlah cukup besar dapat disemprot dengan Agrimec 18EC, Demolish 18EC, maupun Ampligo 150ZC dengan dosis sesuai anjuran. Sedangkan penyakit yang biasa menyerang adalah bakteri, virus dan jamur dapat dicegah dengan penyemprotan fungisida yang tepat seperti Amistartop 325SC, atau Antracol 70WP.


Tinggalkan komentar

Budidaya Kacang Kapri

Latin: Pisum sativum

Inggris: Edible Podded Pea

Cultivar: Giant Pad, Taichung No.11

Pembibitan

Benih bermutu baik apabila utuh, tidak cacat, belum kadaluarsa, tidak mengandung campuran dengan biji atau benda lain, daya kecambah tinggi (> 80%), dan bebas dari penyakit bawaan berbahaya.

Pembenihan dilakukan dengan mengeluarkan benih dari polong kemudian dikeringkan selama 3 hari bila matahari bersinar penuh atau hingga polong cukup kering, sehingga tingkat kadar air benih diharapkan hanya sekitar 10-15%. Benih dipilih untuk mendapatkan benih yang baik dan ditempatkan dalam wadah tertutup rapat. Selanjutnua benih disimpan di tempat yang kering dan tidak terkena sinar matahari.

Bibit yang digunakan tidak perlu disemai, tetapi langsung ditanam pada lahan yang sudah disiapkan

Pengolahan Tanah

Tanah yang diperlukan adalah tanah yang gembur, dengan pengolahan atau penyiangan rumput atau tanaman liar terlebih dahulu guna sirkulasi udara dalam tanah. Setelah lahan bersih, tanah dicangkul atau dibajak dengan kedalaman 30 cm, selanjutnya diratakan.

Setelah digembur dan diratakan tanah dibuat menjadi bedengan dengan lebar sekitar 50 cm dan bedengan dibuat memanjang ke arah timur-barat guna menerima sinar matahari yang optimal. Jarak antar bedengan yang dipisahkan oleh parit saluran air dibuat sekitar 25-30 cm dengan tinggi bedengan sekitar 25 cm.

Penanaman

Jarak tanam antar lubang adalah sekitar 15-20 cm, sedangkan jarak antar barisan 50 cm. Kemudian benih kapri ditanam ke dalam lubang dan ditutup kembali dengan tanah. Benih kapri kelihatan tumbuh 5 hari kemudian

Pemeliharaan

Pengendalian gulma dilakukan dengan penyiangan dua kali selama masa pertumbuhan pada saat tanaman berumur sekitar 3 minggu dan 6 minggu dengan bantuan kored atau dengan dicabut. Pemberian pupuk kandang dilakukan 2-3 minggu sebelum tanam dengan dosis 10-15 ton per hektar atau 1-1,5 kg/m2.

Penyiraman tanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.

Penggemburan tanah dilakukan untuk menggemburkan tanah yang memadat di sekitar tanaman akibat siraman hujan dan penyinaran matahari. Pemangkasan pucuk-pucuk kapri dilakukan sebanyak 2 kali yaitu setelah tanaman berumur 3 dan 5 minggu.

Tanaman kapri memiliki sulur dan tumbuh merambat, oleh karena itu perlu ditambahkan tongkat penopang  atau lanjaran untuk merambatkan tanaman. Pemasangan lanjaran ini sebaiknya dilakukan pada saat tanaman berumur 3 minggu atau bila tingginya sudah sekitar 15 cm. Lanjaran yang digunakan dapat berupa bambu dengan panjang sekitar 150 cm dan ditancapkan di samping tanaman.

Pemupukan

Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan dapat dilihat pada table berikut ini:

Umur

Urea

SP36

ZA

KCl

Kg/hektar/musim tanam

Sebelum Tanam

124

250

180

3 minggu setelah tanam

124

Pemupukan tambahan berupa pupuk daun diberikan dengan cara penyemprotan pada permukaan bawah daun dan dilakukan pada pagi atau sore hari pada umur 20-30 hari setelah tanam.

Panen

Panen kapri polong muda dilakukan ketika umur tanaman mencapai 60 hari, sedangkan biji kapri dengan polong penuh dan warnanya masih hijau berumur sekitar 70 hari.


Tinggalkan komentar

Budidaya Brokoli

Latin: Brassica olerecea cv.Brocolli

Inggris: Brocolli

Cultivar: Delicate Green, Green King, Radiant Green, Green Jewel

Persiapan Benih

Sterilisasi benih dilakukan dengan merendam benih dalam larutan fungisida dengan dosis yang dianjurkan atau merendam benih ke dalam air panas 550C selama 15-30 menit. Perendaman diamati dimana benih yang baik akan tenggelam. Benih direndam kembali dengan air bersih selama +12 jam hingga terlihat pecah agar benih cepat berkecambah.

Penyemaian

Penyemaian dilakukan di atas bedengan yang sebelumnya dilakukan dengan pengolahan tanah sedalam 30 cm lalu dibuat bedengan selebar 110-120 cm memanjang dari utara ke selatan. Kemudian bedengan dinaungi dengan naungan plastic, jerami atau daun-daunan. Benih disebar merata di atas bedengan atau dalam barisan sedalam 0,2-1 cm.

Alat persemaian yang digunakan adalah kertas plastic atau daun pisang dengan diameter 4-5 cm dan tinggi 5 cm. Media semaian yang digunakan adalah campuran ayakan pupuk kandang matang dan tanah halus dengan perbandingan 1:2 atau 1:1.

Sekitar 2 minggu setelah semai bibit dipindahkan ke dalam wadah polybag atau bumbung, kemudian setelah memiliki 3-4 helai daun bibit siap dipindah ke lapangan atau setelah berumur 1 bulan.

Persiapan Lahan

Tanah dibersihkan dari gulma dan digemburkan, kemudian dicangkul dengan kedalaman 40-50 cm lalu dibuat bedengan selebar 80-100 cm, tinggi 35 cm dengan jarak antar bedeng 40 cm. Pengapuran dapat dilakukan jika pH tanah kurang dari 5,5 dengan dosis kapur sekitar 1-2 ton per hektar baik kalsit atau dolomite dan dicampur merata dengan tanah pada bedengan. Pada bedengan campurkan 12,5-17,5 ton pupuk kandang. Selain itu juga diberikan pupuk dasar berupa urea, ZA, SP-36 atau KCl.

Penanaman

Jarak tanam yang dipakai adalah 50×50 cm untuk kultivar bertajuk lebar dan 45×65 cm untuk kultivar tegak. Waktu tanam terbaik adalah pada pagi hari antara jam 06.00-09.00 atau sore hari antara jam 15.00-17.00.

Penanaman dilakukan pada bibit yang telah berumur sekitar satu bulan atau telah memiliki 3-4 helai daun. Satu lubang tanam diisi satu bibit, dan pemindahan dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak akar dan daun.

Pemeliharaan

Kegiatan penyulaman atau penggantian tanaman yang mati atau yang kurang baik dilakukan sampai sebelum tanaman berumur 2 minggu di tempat pemeliharaan. Pemotongan tunas cabang dilakukan seawall mungkin supaya ukuran dan kualitas massa bunga dapat terbentuk optimal. Segera setelah massa bunga tumbuh, daun-daun tua diikat sedemikian rupa agar menaungi bunga dari cahaya matahari. Penutupan ini berfungsi untuk mempertahankan warna bunga agar tetap putih.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dapat dilakukan dengan pemilihan bibit yang bebas penyakit, merendam benih di air panas (500C) atau dalam fungisida/bakterisida selama 15 menit. Sanitasi kebun, rotasi tanaman juga berguna untuk menghindari penyakit, kerusakan mekanis atau gigitan serangga. Dapat juga dengan menaburi kapur tanah pada tanah masam atau mencabut tanaman yang terserang penyakit agar tidak menular.

Pencegahan serangan hama dan penyakit dapat dilakukan dengan penyemprotan pestisida walaupun belum terdapat gejala serangan dan dilakukan setiap 2 minggu sekali.

Penyiangan gulma dan rumput pengganggu dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah dan pemupukan susulan pada 7-10 hari setelah tanam, 20 hari setelah tanam, dan 30-35 hari setelah tanam. Pada masa pembungaan penyiangan dapat dihentikan.

Pengairan dilakukan secara rutin pada pagi atau sore hari. Pada musim kemarau penyiraman dilakukan rutin 1 atau 2 kali sehari terutama pada saat fase pertumbuhan awal dan masa pembentukan bungan.

Pemupukan

Pupuk susulan diberikan pada umur 1,3,5 minggu setelah tanam di sekeliling tanaman sejauh 10-15 cm dari batang lalu ditimbun dengan tanah. Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan dapat dilihat pada tabel berikut ini pada tingkat kandungan P dan K sedang (Maynard and Hoomuth, 1999):

Umur

Urea

SP36

ZA

KCl

Kg/hektar/musim tanam

Sebelum Tanam

87

311

187

90

1 minggu setelah tanam

44

93

45

3 minggu setelah tanam

44

93

45

5 minggu setelah tanam

44

93

45

Panen

Pemanenan dilakukan saat massa bunga mencapai ukuran maksimal dan mampat. Umur panen antara 55-100 hari tergantung kultivar. Setelah panen, hasilnya disimpan di tempat yang teduh untuk dilakukan sortasi berdasarkan diameter kepala bunga yang dibagi menjadi 4 kelas yaitu: >30 cm, 25-30 cm, 20-25 cm, dan 15-20 cm. Penyimpanan terbaik di ruang gelap pada temperature 200C, kelembaban 75-85% atau kamar dingin dengan temperature 4,40C dengan kelembaban 85-95%.


Tinggalkan komentar

Budidaya Terong

Latin: Solanum melongena

Inggris: Eggplant

Cultivar: Lezata F1

Persemaian

Rendam benih dalam air hangat kuku selama 10-15 menit, kemudian bungkus benih dalam gulungan kain basah, peram selama 24 jam sampai berkecambah. Sebarkan benih di atas bedengan persemaian, jarak antar baris 10 cm, lalu tutup benih dengan tanah tipis-tipis. Tutup dengan karung goni basah atau daun pisang, kemudian buka tutupnya setelah berkecambah.

Setelah berumur 15 hari, bibit dipindahkan ke dalam polybag atau gelas aqua kecil yang telah diisi media tanah dan pupuk kandang halus (2:1). Tiap wadah diisi dengan satu bibit terung yang baik, kemudian simpan di tempat teduh selama 1-1,5 bulan atau telah berdaun 4 helai.

Persiapan Lahan

Bersihkan lahan dari gulma dan batu kerikil, kemudian cangkul atau dibajak dengan kedalaman 30 cm. Ulangi pengolahan tanah hingga didapat tanah yang gembur, kemudian buat bedengan selebar 100 cm dan jarak antar bedengan 40 cm dengan tinggi bedengan 30 cm.

Taburi pupuk kandang merata ke atas bedengan dan kapur tanah jika tanah terlalu masam.

Penanaman

Jarak tanam yang digunakan adalah 2 baris tanam, per bedengan diatur dengan jarak antar tanaman 60 cm dan satu baris tanaman berjarak 70 cm. Sebelum penanaman dilakukan penyiraman bedengan sedalam 30 cm. Penanaman dilakukan pada bibit yang sudah berumur 1-1,5 bulan atau sudah mempunyai 4-5 helai daun. Pemindahan dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak akar dan daun.

Pemeliharaan

Penyulaman tanaman yang kurang baik dilakukan pada satu minggu setelah tanam untuk diganti tanaman baru. Pemberian tongkat penopang dilakukan 7 hari setelah tanam dengan tinggi 90 cm dan lebar 2-4 cm, letak tongkat dari batang utama adalah 5-7 cm, kemudian pengikatan tanaman pada tongkat penopang dilakukan pada umur 3 minggu setelah tanam dengan tali rafia.

Pemangkasan perlu dilakukan pada bagian pucuk percabangan setelah tanaman memiliki 12 helai daun.

Penyiraman dilakukan sesaat setelah tanam dan seharusnya setiap 3 hari sekali sampai masa berbunga, setelah tanaman mulai berbunga, penyiraman dilakukan setiap 2 hari sekali.

Penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan tanah yaitu 15 hari setelah tanam dan 60-75 hari setelah tanam.

Pemupukan

Pupuk lebih baik diberikan secara disebar pada jarak 20-25 cm dari batang tanaman dengan ditugal atau dilarik. Perkiraan dosis pemupukan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Umur

Urea

SP36

ZA

KCl

Kg/hektar/musim tanam

Sebelum Tanam

160

311

90

2 minggu setelah tanam

80

45

5 minggu setelah tanam

80

45

7 minggu setelah tanam

80

45

Panen

Panen dapat dilakukan setelah tanaman berumur 70-80 hari. Panen berikutnya setiap 3-7 hari sekali. Setiap tanaman dapat dipanen hingga 13-15 kali atau lebih.


Tinggalkan komentar

Budidaya Mentimun

Latin: Cucumis sativus

Inggris: Cucumber

Cultivar: Mercy F1, Baby Mentimun 007 F1, Herkules F1, Purbaya F1, Calista F1, Misano F1, Monza F1, Roman F1, Hijau Roket

Persemaian

Letakkan benih dalam kain diatas plastik kemudian plastik digulung dan dibiarkan selama 12 jam. Setelah itu pada benih yang telah berkecambah dapat dilakukan transplanting atau pemindahan ke dalam polybag ukuran 8×10 cm yang telah diisi media semai lalu siram dengan 1 benih untuk setiap polybag. Simpan polybag di tempat yang teduh hingga mentimun siap ditanam, umumnya pada 12-20 hari atau telah berdaun 3-4 helai.

Persiapan Lahan

Tanah diolah dengan bajak atau cangkul sedalam 30-35 cm sambil membalikkan tanah dan biarkan selama 2 minggu. Kemudian buat bedengan dengan lebar 120 cm dan tinggi 40 cm serta beri jarak antar bedengan 30 cm. Taburi bedengan dengan pupuk kandang dengan cara mencampur pukan dengan tanah, Siapkan lubang tanam berukuran 40×40 cm dengan kedalaman 30 cm dan tambahkan 0,5 kg pupuk kandang pada setiap lubang.

Penanaman

Lubang tanam yang disiapkan berjarak 100 cm berjajar, dan 50 cm ke samping dalam satu bedengan dengan kedalaman 20 cm, kemudian bibit yang telah tumbuh dalam polybag dipindahkan ke dalam lubang tanam, dan padatkan tanah di sekitarnya.

Pemeliharaan

Penyulaman tanaman yang kurang baik dilakukan sampai hari ke 15 dan tidak boleh terlambat untuk diganti tanaman baru. Penyiangan gulma dilakukan sesuai dengan kondisi pada bedengan.

Pemberian tongkat sulur atau ajir dapat dilakukan 5 hari setelah penanaman di bedengan dengan ukuran bambu atau kayu 2×100 cm ditancapkan 10 cm dari pohon tanaman.

Penyiraman rutin dilakukan pada pagi dan sore hari pada awal pertumbuhan, selanjutnya hanya dilakukan jika diperlukan saja, dan diintensifkan kembali pada masa pembungaan dan pembuahan.

Daun yang tumbuh terlalu lebat dipangkas, dilakukan 3 minggu setelah tanam pada pagi dan sore hari.

Pemupukan

Pupuk lebih baik diberikan dalam bentuk larutan dan disiramkan pada jarak 10-15 cm dari batang daripada ditebar atau dialur. Perkiraan dosis pemupukan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Umur

Urea

SP36

ZA

KCl

Kg/hektar/musim tanam

Sebelum Tanam

75

250

72

1 minggu setelah tanam

75

36

2 minggu setelah tanam

75

36

3 minggu setelah tanam

75

36

Panen

Panen dapat dilakukan 42-45 hari penanaman.