Sarana Agri

– More Than Agriculture Solution –

Topsin 500SC

Tinggalkan komentar

Topsin 500SC

Fungisida Dengan Kemampuan Triple Action

Fungisida ini memiliki keunggulan kombinasi yang khas dari sifat preventif, kuratif dan sistemik serta berspektrum luas, untuk mengendalikan penyakit pada berbagai tanaman seperti apel, bawang merah, bawang putih, cabai, melon, semangka, padi, tembakau dan pisang.

Protektif artinya ketika diaplikasikan pada tanaman, ia akan mencegah spora jamur berkembang atau melakukan penetrasi ke dalam jaringan inang tanaman. Fungisida dengan mode kerja ini harus diaplikasikan sebelum spora jamur menginfeksi tanaman. Dengan demikian jaringan tanaman yang berkembang setelah aplikasi menjadi tidak terlindungi, karena mode kerja protektif tidak akan efektif setelah jamur berkembang di dalam jaringan tanaman. Contoh fungisida protektif termasuk dari golongan mankozeb, tembaga, metil tiofanat dan klorotalonil. Tetapi beberapa jenis fungisida berbahan aktif kloratalonil telah memiliki kemampuan untuk melindungi jaringan tanaman baru bahkan setelah aplikasi dengan memanfaatkan hujan sebagai pembawa bahan aktifnya ke seluruh jaringan tanaman.

blas daun padi dengan pola bercak belah ketupat

blas daun padi dengan pola bercak belah ketupat

Mode kerja kuratif adalah kemampuan bahan aktif dalam melawan perkembangan jamur sesaat setelah aplikasi. Biasanya fungisida ini memiliki tenggang waktu kerja untuk melakukan “kickback activity” infeksi jamur setelah aplikasi, ia akan melawan dan mengendalikan infeksi jamur selama tenggang waktu tersebut.

Sementara sistemik adalah mode kerja fungisida yang masuk ke dalam jaringan tanaman, dan secara lokal melindungi jaringan tanaman yang diberikan aplikasi. Dalam dunia modern, mode kerja sistemik seringkali disebut sebagai sistemik lokal.

powdery mildew melon

embun tepung melon, daun tidak bisa berfotosintesis klo udah gini

alternaria onion saragri

bercak Alternaria porri, cepat menyebar

Berikut ini adalah beberapa penyakit tanaman yang dapat dikendalikan oleh Topsin 500SC:

  • Apel :
    Embun tepung (Oidium sp.) 1-2ml/liter
  • Bawang Merah, bawang putih :
    Bercak daun (Alternaria porri) 2-4 liter/hektar
  • Cabai :
    Antraknosa/Patek (Coleothricum sp) 2-4 liter/hektar
  • Padi :
    Blas Daun dan Blas Leher (Pyriculae oryzae) 0,5-1 liter/hektar
  • Tembakau :
    Patik daun (Cercospora nicotinae) 1-2 liter/hektar
  • Melon dan Semangka :
    Embun Tepung (Oidium sp) 0,5-1ml/liter
  • Semangka :
    Antraknosa (Coleothricum sp) 0,5-1ml/liter
  • Pisang :
    Sigatoka (Micospharella musicola) 300ml/hektar.

Strategi pemakaian Topsin 500SC dapat dicampur dengan fungisida lain untuk spektrum kendali lebih luas, dan mengurangi risiko resistensi, terutama dengan fungisida golongan triazol.
Untuk Patek/Antraknosa pada cabai, Topsin 500SC sangat efektif diaplikasikan pada saat keluarnya calon buah pertama dengan interval 4 hari sekali. Dengan penanganan yang tepat dan konsisten dengan tetap memperhatikan sanitasi lahan, cabai anda akan bebas patek/antraknosa.

antraknosa/busuk kering pada cabai, aplikasi topsin 500SC pada saat buah pertama

antraknosa/busuk kering pada cabai, aplikasi topsin 500SC pada saat buah pertama

  • cek stok/beli lewat SMS/Telpon 0821 5209 9938
  • pilih produk langsung dari toko kami di sebelah kanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s