Dithane M-45

Posted on Updated on

dithane-m45-20gFungisida Anti Busuk yang Enteng di Kantong

Dithane M-45, ya, kita mungkin sudah sangat akrab dengan fungisida alias pembunuh jamur pada tanaman ini, tapi apa keunggulannya, terbuat dari apa, dan apakah dampak aplikasinya bagi manusia dan lingkungan??Mari kita simak sejenak.

Dithane M-45 merupakan fungisida berbentuk tepung yang biasa digunakan untuk mengendalikan penyakit yang berasal dari jamur (fungal borne disease) berspektrum luas pada pertanian, hortikultura, florikultur, dan tanaman pangan.  Bersifat biodegradable dan tidak terakumulasi dalam jumlah besar pada lingkungan.

Bahan aktif dalam dithane M-45 adalah mankozeb, yang merupakan sub kelas dari pestisida karbamat yang disebut ditiokarbamat. Cara kerjanya sama dengan insektisida karbamat seperti beberapa merk yang kita kenal yaitu mipcinta 50 WP, sevin 85 SP, dan lannate® 25 WP, perbedaannya terletak pada fungsinya yang mempengaruhi sistem saraf metabolit utama yaitu karbon disulfide.

Dithane M-45 termasuk fungisida kontak yang berfungsi melindungi tanaman dari serangan jamur lebih lanjut. Ia membentuk lapisan tipis pada permukaan tanaman dan secara perlahan mengeluarkan senyawa tertentu yang mengganggu aktivitas pernafasan jamur. Dithane M-45 mencegah pembentukan spora pada jamur sehingga tidak dapat menyebar.

Beberapa penyakit jamur yang dapat dikendalikan oleh dithane M-45 diantaranya adalah busuk daun, bercak daun, busuk buah, cacar daun , gugur daun, bercak ungu, mopog, karat daun, dan busuk batang.

Penyakit busuk Phytophthora yang disebabkan oleh jamur Phytophthora capsici (busuk batang) dan Phytoptora infestans (busuk daun) telah banyak menyebabkan kerugian ekonomi para petani cabai, tomat dan kentang. Penyebaran penyakit ini sangat cepat pada musim hujan yang sedang kita alami sekarang ini. Patogen ini menyebar cepat melalui tanah dan air, atau melalui percikan tanah. Pengalaman kami menunjukkan bahwa penyakit ini hanya dapat diatasi dengan penerapan manajemen pertanian yang baik dan modern, rotasi tanaman, dan pemakaian fungisida yang teratur, Dithane M-45 bisa menjadi alternatif fungisida yang anda pilih untuk mengatasi penyakit-penyakit ini.

Nah banyak bukan manfaatnya. Aplikasi yang dianjurkan pada stadia penyakit lanjut adalah 3 hari sekali dengan penyemprotan dosis tinggi pada saat serangan terlihat. Dosis akan berbeda pada setiap jenis tanaman, baca aturan pakai dengan benar.

Dithane M-45 tersedia dalam kemasan 200 gram dan 500 gram.

Beli sekarang >>>

Berikut ini adalah interval terbaik penggunaan dithane M-45 pada beberapa jenis tanaman:

Tomat, kentang, dan sayuran 3 hari
Tanaman pangan 7 hari
Jeruk 14 hari
Anggur 28 hari

Dithane M-45 80 WP

Produsen PT. Dow Agro Science
Bahan Aktif Mankozeb 80%
>>> lihat produk kami
About these ads

9 thoughts on “Dithane M-45

    Lalu Wireatmajaya said:
    April 11, 2013 pukul 9:02 am

    Beda Dithane M-45 dengan Dithane M-45 80 WP, kalau beda mana yang dipakai untuk tanaman bibit durian

      saranaagri responded:
      Mei 2, 2013 pukul 1:35 pm

      sama aja pak,,80WP artinya kandungan bahan aktif dithane

      saranaagri responded:
      November 7, 2014 pukul 2:24 pm

      sama saja pak,,durian boleh saja dari perendaman biji sampai penyemprotan pak

    angga sukowardana said:
    Juli 18, 2013 pukul 3:57 am

    msh di produksi gaq? klo masih di bandar lampung kira2 dapat dibeli dimana?

      saranaagri responded:
      Juli 18, 2013 pukul 1:37 pm

      masih banyak koq,,di lampung saya kurang tau,,minat pesen??

    welas sutrisno said:
    November 23, 2013 pukul 3:59 pm

    untuk jahe gimana gan, bisa nggak? terima kasih,,

      saranaagri responded:
      Desember 15, 2013 pukul 2:39 pm

      bisa aja,,spektrum luas koq,penyemprotan selingin juga sama kocor

    anwar said:
    Oktober 28, 2014 pukul 8:49 am

    untuk agar bunga cabe tidak rontok apa solusi nya gan ?

      saranaagri responded:
      November 7, 2014 pukul 2:20 pm

      agar tidak rontok bapak bisa tambahkan pupuk kandang di bawahnya, atau biasanya banyak terdapat serangan kutu, thrips atau tungau, jika masalahnya hama bapak bisa semprot insektisida dicampur dengan fungisida pak..atau jika pengaruh musim semisal angin terlalu kencang, hujan terlalu deras, atau terlalu panas bapak bisa semprotkan gibgro untuk ketahanan tanaman terhadap cuaca ekstrim pak,,,,perlu diketahui bahwa pengaruh musim dapat menyebabkan penyerbukan tidak sempurna sehingga bunga tidak menjadi buah pak,intinya pengamatan secara menyeluruh di lapangan.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s