Sarana Agri

– More Than Agriculture Solution –

Dithane M-45

47 Komentar

dithane 500

Fungisida Anti Busuk yang Enteng di Kantong

Dithane M-45, ya, kita mungkin sudah sangat akrab dengan fungisida alias pembunuh jamur pada tanaman ini, tapi apa keunggulannya, terbuat dari apa, dan apakah dampak aplikasinya bagi manusia dan lingkungan??Mari kita simak sejenak.

Dithane M-45 merupakan fungisida berbentuk tepung yang biasa digunakan untuk mengendalikan penyakit yang berasal dari jamur (fungal borne disease) berspektrum luas pada pertanian, hortikultura, florikultur, dan tanaman pangan.  Bersifat biodegradable dan tidak terakumulasi dalam jumlah besar pada lingkungan.

Bahan aktif dalam dithane M-45 adalah mankozeb, yang merupakan sub kelas dari pestisida karbamat yang disebut ditiokarbamat. Cara kerjanya sama dengan insektisida karbamat seperti beberapa merk yang kita kenal yaitu mipcinta 50 WP, sevin 85 SP, dan lannate® 25 WP, perbedaannya terletak pada fungsinya yang mempengaruhi sistem saraf metabolit utama yaitu karbon disulfide.

Dithane M-45 termasuk fungisida kontak yang berfungsi melindungi tanaman dari serangan jamur lebih lanjut. Ia membentuk lapisan tipis pada permukaan tanaman dan secara perlahan mengeluarkan senyawa tertentu yang mengganggu aktivitas pernafasan jamur. Dithane M-45 mencegah pembentukan spora pada jamur sehingga tidak dapat menyebar.

Beberapa penyakit jamur yang dapat dikendalikan oleh dithane M-45 diantaranya adalah busuk daun, bercak daun, busuk buah, cacar daun , gugur daun, bercak ungu, mopog, karat daun, dan busuk batang.

Penyakit busuk Phytophthora yang disebabkan oleh jamur Phytophthora capsici (busuk batang) dan Phytoptora infestans (busuk daun) telah banyak menyebabkan kerugian ekonomi para petani cabai, tomat dan kentang. Penyebaran penyakit ini sangat cepat pada musim hujan yang sedang kita alami sekarang ini. Patogen ini menyebar cepat melalui tanah dan air, atau melalui percikan tanah. Pengalaman kami menunjukkan bahwa penyakit ini hanya dapat diatasi dengan penerapan manajemen pertanian yang baik dan modern, rotasi tanaman, dan pemakaian fungisida yang teratur, Dithane M-45 bisa menjadi alternatif fungisida yang anda pilih untuk mengatasi penyakit-penyakit ini.

Nah banyak bukan manfaatnya. Aplikasi yang dianjurkan pada stadia penyakit lanjut adalah 3 hari sekali dengan penyemprotan dosis tinggi pada saat serangan terlihat. Dosis akan berbeda pada setiap jenis tanaman, baca aturan pakai dengan benar.

Dithane M-45 tersedia dalam kemasan 200 gram dan 500 gram.

Berikut ini adalah interval terbaik penggunaan dithane M-45 pada beberapa jenis tanaman:

Tomat, kentang, dan sayuran 3 hari
Tanaman pangan 7 hari
Jeruk 14 hari
Anggur 28 hari

47 thoughts on “Dithane M-45

  1. Beda Dithane M-45 dengan Dithane M-45 80 WP, kalau beda mana yang dipakai untuk tanaman bibit durian

  2. msh di produksi gaq? klo masih di bandar lampung kira2 dapat dibeli dimana?

  3. untuk jahe gimana gan, bisa nggak? terima kasih,,

  4. untuk agar bunga cabe tidak rontok apa solusi nya gan ?

    • agar tidak rontok bapak bisa tambahkan pupuk kandang di bawahnya, atau biasanya banyak terdapat serangan kutu, thrips atau tungau, jika masalahnya hama bapak bisa semprot insektisida dicampur dengan fungisida pak..atau jika pengaruh musim semisal angin terlalu kencang, hujan terlalu deras, atau terlalu panas bapak bisa semprotkan gibgro untuk ketahanan tanaman terhadap cuaca ekstrim pak,,,,perlu diketahui bahwa pengaruh musim dapat menyebabkan penyerbukan tidak sempurna sehingga bunga tidak menjadi buah pak,intinya pengamatan secara menyeluruh di lapangan.

  5. untuk tanaman jahe berapa gram pak per liternya? Dan selang berapa hari / berapa minggu?

  6. jarak berapa hari pengocorannya pak? Kalau ukuran liter berapa gram untuk bercak daun?

  7. kalo untuk cabe bagaimana pengaruhnya di banding fungisida lain pak

  8. apa dithane m-45 bisa dicampur dengan agrept mas?

  9. Untuk jahe sebelum d tanam bs d rendam dl pake dithane-45 ? Dosisnya bagaimana ?

  10. Jika digunakan untuk penyembuhan bercak daun pada durian sebaiknya penggunaannya brp hari skali??

  11. Halo pak saya mau tanya nich?
    saya tanam tomat, usia tomat 1 minggu koq tanaman tomat pada daun menggulung, dan kelihatan layu, ini penyakit apa dan apa obatnya
    trims

  12. Mau tanya pak.. Aplikasi untuk tanaman hias khususnya Adenium, gmn ??!! Trus dosis penggunaan per brp hari.. Mkasih

  13. Saya membuat pembibitan lada memakai stek batang\ruas,setelah umur 3 minggu tunas yg tumbuh busuk menghitam,apakah gejala tsb akibat serangan jamur? apakah bisa dikendalikan dgn Dhitane dan berapa dosis yg tepat untuk 10 lt air,serta rotasi brp hr sekali…mohon petunjuknya pak/bu..mksh

  14. malam pak … mau tanya utk bercak daun pd seledri brp dosis/liternya dan seberapa frekuensi penyemrotannya. Trims

  15. untuk bawang merah mulai semprot umur berapa kalo musim hujan.. takaran yg sesuai berapa grm per liter air trm ksh

  16. pak, klo cabe busuk pangkal batang, solusi gmana? dosis brp, semprot brp hari sekali

  17. Gimana kalo buat ubin yang berjamur sdh hojau sekali?

  18. pagi bos, ni mau tanya untuk obat jenis suktricob, kok gak ada ya,, kalau obat alin yang fungsinya sama untuk tanaman lada apa…? maturnuwun

  19. malam pak saya mau nanya , kalau untuk dosis gram dthane tanaman rosella berapa ya pak? soalnya takaran nya udah dalam bentuk larutan . terima kasih

  20. Malam pak.mau tanyak untuk tanaman buncis intervalnya berapa hari sekali.dan knpa buncis saya mengalami busuk pak pada umur 2minggu

    • Buncis jika musim hujan 3hari sekali untuk segala penyakit busuk.., yg perlu mjd perhatian pada buncis adalah layu bakteri,utk pencegahan bisa gunakan bakteri trichoderma, dalam bentuk kemasan misalnya trichopro

  21. Tabulampot mangga, jambu air , jambu biji, belimbing dan kelengkeng mulai kering dari ujung daun trus ke batang tanaman dan akhirnya mati apa juga bisa d aplikasikan dythane pak? soalnya sdh pulihan yg mati😦 , tunas air / muda juga mengering. sdh saya aplikasi pupuk npk , calsium dll tp ttp berguguran daunnya

  22. Malam pak. Tanaman pepaya layu setelah 1 minggu ditanam dan mati. Gejala jamur. Klo pake dithane brp gr/liter. Terima kasih.

    • Jgn dithane dulu pak, jamur atau bakterinya udah nunggu di tanah,,lobang tanem atau merata seluruh lahan dikocor dulu dengan agen hayati, misalnya trichoderma, produknya seperti trichopro..kemudian setelah tanam pepayanya langsung semprot dengan dupont curzate atau daconil jarak 3 hari sekali..setelah 1-2 minggu tanaman baik2 aja, baru masuk dithane dua minggu sekali pak.

  23. pohon buncis mati, batang buncis bagian akar kalau di belah busuk dan terdapat cairan putih kecoklatan, saya sudah coba copycide, bion m, orion dan ditane secara bergantian 2hari bahkan 1hari sekali karena lagi musim ujan, aplikasi dikocorkan di batang, dosis maximal anjuran, tapi masih banyak yang mati layu, malah daun muda pohon yang sehat megerut dan kecoklatan, ini over tempo pengaplikasiannya atau apa ya gan? dan yang tepat obat apa atau yang berbahan aktif apa yang cocok atau paling tepat untuk pohon buncis. mohon bantuan dan ilmunya, sebelumnya terimakaih

    • Emang busuk ring spot dan root rot pada buncia merepotkan, sekalipun obat kita siap tp jikalau kondisi memungkinkan utk berkembangnya jamur tsb tetep aja akan terus terjangkit, ditambah lagi buncis memang sgt rentan penyakit tersebut, dan belum bnyk memang yg toleran thd penyakit ini.sebagian yg awam akan menganggapnya sbg layu bakteri, padahal itu phytoptora yang sensitivitasnya terhadap fungisida sudah berkurang, krn mungkin sudah terjadi resistensi. Langkahnya paling roling tanaman dgn yg toleran phytoptora, perlakuan tanah agar drainasenya bagus, dan pemanfaatan dekomposer misalnya trichoderma, jika kimia coba mix klorotalonil dengan methyl tiofanate, trus kocorkan. Atau mix tembaga hidroksida dengan fungisida nitrogen seperti simoksanil trus semprotkan ke daun. Dua kombinasi itu bisa diroling per minggu. Sementara ini hindari dulu mancozeb atau mefenoxam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s