Sarana Agri

– More Than Agriculture Solution –

Budidaya Terong

Tinggalkan komentar

Latin: Solanum melongena

Inggris: Eggplant

Cultivar: Lezata F1

Persemaian

Rendam benih dalam air hangat kuku selama 10-15 menit, kemudian bungkus benih dalam gulungan kain basah, peram selama 24 jam sampai berkecambah. Sebarkan benih di atas bedengan persemaian, jarak antar baris 10 cm, lalu tutup benih dengan tanah tipis-tipis. Tutup dengan karung goni basah atau daun pisang, kemudian buka tutupnya setelah berkecambah.

Setelah berumur 15 hari, bibit dipindahkan ke dalam polybag atau gelas aqua kecil yang telah diisi media tanah dan pupuk kandang halus (2:1). Tiap wadah diisi dengan satu bibit terung yang baik, kemudian simpan di tempat teduh selama 1-1,5 bulan atau telah berdaun 4 helai.

Persiapan Lahan

Bersihkan lahan dari gulma dan batu kerikil, kemudian cangkul atau dibajak dengan kedalaman 30 cm. Ulangi pengolahan tanah hingga didapat tanah yang gembur, kemudian buat bedengan selebar 100 cm dan jarak antar bedengan 40 cm dengan tinggi bedengan 30 cm.

Taburi pupuk kandang merata ke atas bedengan dan kapur tanah jika tanah terlalu masam.

Penanaman

Jarak tanam yang digunakan adalah 2 baris tanam, per bedengan diatur dengan jarak antar tanaman 60 cm dan satu baris tanaman berjarak 70 cm. Sebelum penanaman dilakukan penyiraman bedengan sedalam 30 cm. Penanaman dilakukan pada bibit yang sudah berumur 1-1,5 bulan atau sudah mempunyai 4-5 helai daun. Pemindahan dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak akar dan daun.

Pemeliharaan

Penyulaman tanaman yang kurang baik dilakukan pada satu minggu setelah tanam untuk diganti tanaman baru. Pemberian tongkat penopang dilakukan 7 hari setelah tanam dengan tinggi 90 cm dan lebar 2-4 cm, letak tongkat dari batang utama adalah 5-7 cm, kemudian pengikatan tanaman pada tongkat penopang dilakukan pada umur 3 minggu setelah tanam dengan tali rafia.

Pemangkasan perlu dilakukan pada bagian pucuk percabangan setelah tanaman memiliki 12 helai daun.

Penyiraman dilakukan sesaat setelah tanam dan seharusnya setiap 3 hari sekali sampai masa berbunga, setelah tanaman mulai berbunga, penyiraman dilakukan setiap 2 hari sekali.

Penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan tanah yaitu 15 hari setelah tanam dan 60-75 hari setelah tanam.

Pemupukan

Pupuk lebih baik diberikan secara disebar pada jarak 20-25 cm dari batang tanaman dengan ditugal atau dilarik. Perkiraan dosis pemupukan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Umur

Urea

SP36

ZA

KCl

Kg/hektar/musim tanam

Sebelum Tanam

160

311

90

2 minggu setelah tanam

80

45

5 minggu setelah tanam

80

45

7 minggu setelah tanam

80

45

Panen

Panen dapat dilakukan setelah tanaman berumur 70-80 hari. Panen berikutnya setiap 3-7 hari sekali. Setiap tanaman dapat dipanen hingga 13-15 kali atau lebih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s