Sarana Agri

– More Than Agriculture Solution –

Budidaya Bayam

Tinggalkan komentar

Latin: Amaranthus sp.

Inggris: Amaranth

Cultivar: Kartika, Loli, Maestro

Bayam merupakan sayuran dataran tinggi tetapi dapat juga hidup di dataran rendah. Bayam menghendaki tanah yang subur dan gembur. pH tanah optimal bagi pertumbuhan bayam adalah 7, selain itu pada pH yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bayam tidak dapat tumbuh dengan baik.

Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk dasar, bedengan dibuat dengan ukuran 1×5 meter dan dibuat agak tinggi untuk mencegah keluarnya benih bayam pada saat disiram, diantara bedengan diberi parit untuk memudahkan penyiraman.

Penanaman

Sebelum benih ditabur perlu dicampur dengan abu dengan perbandingan 1:10 bagian abu, penaburan benih dilakukan secara merata dan tidak menumpuk. Benih bayam dapat ditaburkan pada alur baris sepanjang bedengan dengan jarak antar baris dalam satu bedengan + 20 cm. Benih yang telah ditabur segera ditutup tanah tipis-tipis secara merata kemudian disiram dengan sprayer pagi dan sore, kecuali jika turun hujan.

Pemeliharaan

Penyiraman dan penggemburan serta pengendalian hama dan penyakit sangat penting untuk dilakukan. Penyiangan gulma dan penggemburan dapat dilakukan pada 2 minggu setelah tanam, dan selanjutnya dua minggu sekali.

Pemupukan

Rekomendasi pupuk untuk bayam menurut Maynard and Hoomuth (1999) adalah sebagai berikut:

Umur

Urea

SP36

ZA

KCl

Kg/hektar/musim tanam

Sebelum Tanam

56

250

90

3 minggu setelah tanam

56

90

Penyakit Tanaman

Penyakit yang sering menyerang antara lain downy mildew yang ditandai dengan bagian atas menguning, dan daun bagian bawah berwarna hijau keunguan, dan pada akhirnya berwarna coklat, sering menyerang pada musim hujan dan dingin. Penyakit ini dapat diatasi dengan pembuangan daun yang terkena dan dengan penyemprotan fungisida dithane M-45 dengan dosis 2 gr/l.

Penyakit lainnya adalah virus mozaik cucumber yang ditandai dengan daun menyempit, mengecil dan menggulung, agar tidak meluas tanaman yang terinveksi harus segera dimusnahkan. Pencegahan dapat dilakukan dengan penyemprotan hama lalat pembawa virus dengan cymbush 100 EC, rahwana 500 EC atau dupont lanate 25WP.

Selanjutnya adalah noda daun atau leaf spot sehingga meninggalkan noda coklat pada setengah bagian daun hingga meluas dan menghancurkan daun. Penyakit ini dapat diatasi dengan penyemprotan dithane M-45 dengan dosis 2 gr/l untuk tanaman yang belum terserang. Penyakit ini juga dapat diatasi dengan penambahan magnesium (Mn) pada saat pengolahan tanah, atau dapat ditaburi dengan dolomite.

Panen

Panen dapat dilakukan sekitra 3 minggu setelah tanam, dengan memetik pucuk-pucuk daun. Selanjutnya pemanenan dapat dilakukan apabila diperlukan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s