Sarana Agri

– More Than Agriculture Solution –

Budidaya Seledri

Tinggalkan komentar

Latin: Apium graveolens

English: Celery

Cultivar: Amigo

Penyemaian

Benih direndam air hangat selama 15 menit sebelum semai. Kemudian disemai di bedengan dengan lebar 100-120 cm, dengan tinggi 30-40 cm, dan panjang sesuai dengan ketersediaan lahan. Bedengan dinaungi dengan plastic bening atau daun kelapa.

Media semai dapat dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 2kg/m2 dan pasir, jika tanah terlalu becek atau berliat di bedengan persemaian. Kemudian benih disemai di dalam alur sedalam 0,5 cm antar alur. Tutup benih dengan tanah kemudian siram permukaan bedengan hingga lembab.

Setelah 15-25 hari di persemaian, bibit disemprot dengan pupuk daun, dan tanah di antara alur disiram dengan 10 gram NPK per 10 liter air. Jika ada indikasi bibit terserang hama, maka dapat dilakukan penyemprotan pestisida degan konsentrasi rendah.

Bibit dapat dipindahkan setelah berumur 1 bulan atau telah memiliki 3-4 daun.

Persiapan Lahan

Tanah dicangkul sedalam 30-40 cm dan diamkan selama 15 hari. Siapkan bedengan dengan lebar 80-100 cm dan tinggi 30 cm dengan jarak antar bedengan 30-40 cm. Buat parit antar bedengan untuk pengairan, kemudian rapikan bedengan

Penanaman

Siapkan lubang tanam di dalam bedengan dengan jarak 25-30cm, kemudian tanam 1 bibit per lubang tanam, dan padatkan tanah. Siram bedengan sampai lembab.

Pasang mulsa jerami padi kering setebal 3-5 cm untuk menutupi permukaan bedengan tetapi jangan sampai menutupi bibit seledri.

Pemeliharaan

Penyulaman tanaman yang kurang baik atau mati pada 15 hari setelah tanam, kemudian ganti dengan yang baru.

Penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah dan pemupukan dengan penambahan garam dapur pada 2 dan 4 minggu setelah tanam.

Pengairan dan penyiraman dilakukan pada awal pertumbuhan tanaman, disiram 2 kali sehari, kemudian 2-3 kali per minggu tergantung dari cuaca. Tanah tidak boleh terlalu tergenang atau becek ataupun terlalu kering. Pengairan dilakukan dengan cara mengairi parit di antara bedengan.

Pemupukan

Standar pemupukan pada tanaman seledri dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Umur

Urea

SP36

ZA

KCl

Kg/hektar/musim tanam

Sebelum Tanam

249

311

112

2 minggu setelah tanam

124

56

6 minggu setelah tanam

124

56

 

Panen

Tanaman seledri dapat dipanen jika telah berumur 2-4 bulan setelah tanam atau 1-3 bulan setelah tanam. Pertumbuhannya sudah mencapai maksimum dan telah menghasilkan anak-anakan daun yang cukup banyak

Seledri dipanen dengan caa memetik batang 1-2 minggu sekali atau dapat juga dengan mencabut seluruh tanaman.

Hasil panen diseleksi dengan membuang batang dan daun yang rusak atau terserang hama kemudian dicuci dengan air mengalir agar pestisida dan insektisida serta kotoran yang melekat hilang. Setelah itu lakukan penyortiran berdasarkan ukuran jenis sesuai permintaan pasar.

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman

Hama yang biasanya menyerang adalah ulat tanah, kutu daun, dan tungau. Sedangkan penyakit yang biasa menyerang ialah hawar bakteri, nematode akar, virus aster yellows, dan bercak.

Hama ulat tanah dapat dikendalikan dengan pestisida dursband 200EC atau chlormite 400EC, sedangkan kutu daun dan tungau dapat dikendalikan dengan pestisida Marshall 200EC.

Sedangkan penyakit tanaman dapat dikendalikan dengan dithane M-45 yang diselingi dengan centazol 250EC.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s