Sarana Agri

– More Than Agriculture Solution –

Budidaya Pare

Tinggalkan komentar

Latin: Momordica charantia L

Inggris: Bitter Gourd

Cultivar: Lipa F1, Siam, Raden F1

Persiapan Lahan

Tanah dibuat bedengan dengan ukuran 1,5-2,5 m x 30 cm dengan tinggi 30 cm. Jarak antar bedeng 40-60 cm. Kemudian bedengan diberi pupuk kandang atau organik kemudian dicangkul sampai rata.

Penanaman

Tugal bedengan dengan jarak tanam 0,75×0,75 meter atau 1×1 meter, kemudian isi tiap lubang tanam dengan 2 benih per lubang kemudian beri furadan 3GR untuk proteksi dari hama tanah secukupnya. Kemudian tutup lubang dengan tanah dan disiram.

Pemeliharaan                

Penyulaman tanaman dilakukan pada benih yang tidak tumbuh atau yang tidak sehat, ganti dengan benih yang baru, biasanya dilakukan pada 1 minggu setelah tanam.

Pemberian ajir atau tongkat sulur kemudian dilakukan pada 2 atau 3 minggu setelah tanam dengan menggunakan bambu atau kayu berukuran 2×200 cm, ditancapkan di sisi tanaman dengan jarak 5-10 cm dari tanaman, ditancapkan sedalam 20-30 cm ke dalam tanah. Ajir atau tongkat sulur dibuat bujur sangkar atau segi empat dan disambung dengan bambu lain.

Penyiangan gulma dilakukan satu minggu sekali secara manual dengan mencabuti rumput pengganggu yang tumbuh.

Pemangkasan juga diperlukan pada umur 3 minggu  dan 6 minggu setelah tanam, cabang-cabang dipotong dan diarahkan agar tunas tumbuh menyebar, tidak memanjang sehingga produksi buah dapat banyak. Pada 6 minggu setelah tanam dilakukan pemangkasan cabang tua yang tidak tumbuh lagi, selain itu daun tua dibuang, begitu juga dengan cabang yang rusak atau patah terkena penyakit.

Pemupukan

Standar pemupukan pada tanaman lobak dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Umur

Urea

SP36

ZA

KCl

Kg/hektar/musim tanam

Sebelum Tanam

47

311

100

66

2 minggu setelah tanam

93

200

112

6 minggu setelah tanam

47

100

56

Pembungkusan

Buah pare muda dapat dibungkus untuk menjaga kualitas buah dan melindunginya dari serangan lalat penusuk maupun serangga lain. Pembungkus yang dapat digunakan antara lain daun-daunan, kertas Koran, plastic tipis atau bahan pembungkus lain.

Panen

Panen pertama biasanya dilakukan 2 bulan setelah tanam atau 8 minggu setelah tanam, kemudian 1-2 minggu sekali

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian HPT dapat dilakukan seperlunya saja jika terdapat tanda-tanda serangan, atau dapat saja dilakukan tindakan pencegahan dari tunas tanaman muda dengan furadan 3GR ataupun rahwana 500ec dengan dosis 2 ml/l.

Penyakit yang sering ditemukan adalah embun bulu dapat diatasi dengan penyemprotan fungisida revus opti 440SC dengan dosis 2,5 – 3,75 ml/liter air.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s