Kuproxat 345SC

kuproxat

Padi Bebas Kresek??Kenapa Tidak,,!!

Salah satu penyakit penting pada tanaman padi adalah kresek atau hawar daun, penyakit ini disebabkan oleh Bakteri Xanthomonas yang menginfeksi tanaman padi pada semua fase pertumbuhan tanaman, mulai pesemaian sampai menjelang panen. Bakteri ini masuk melalui luka pada tanaman maupun mulut daun sehingga dapat merusak klorofil daun. Ciri-ciri penyakit ini adalah padi berwarna kuning keabu-abuan dari tepi daun kemudian menyebar dan akhirnya daun menjadi mati kering seperti tersiram air panas.

xantho

KUPROXAT 345 SC merupakan fungisida yang juga berfungsi sebagai bakterisida.
Dengan bahan aktif tembaga oxysulfat direkomendasikan untuk mengendalikan penyakit hawar daun pada padi sawah (Kresek), maupun pada tanaman lain seperti penyakit antraknosa pada tanaman cabai, penyakit blendok pada jeruk dan penyakit busuk buah pada kakao. Berikut ini adalah rekomendasi penggunaan pada berbagai tanaman.

dosis kuproxat

Pada musim hujan serangan kresek akan meningkat, terutama pada areal sawah yang selalu tergenang, pengaturan drainase yang baik serta menanam varietas padi tahan kresek sangat dianjurkan. Jika sudah terserang, anda bisa menggunakan kuproxat 345SC sebagai alternatif pengendalian. Padi anda bebas kresek??kenapa tidak..!!!

Produsen Nufarm
Bahan Aktif Tembaga Oxy-Sulfat
  Lihat produk kami >>>

Explore 250 EC

Penambah Bobot Padi Sawah

bertanam padi dengan orientasi hasil tentunya merupakan tujuan setiap petani yang ingin berhasil, tak terkecuali petani yang malas belajar dengan hasil segitu-gitu saja dari tahun ke tahun. “sekarang pestisida mahal-mahal pak,,berapalah pendapatan kami petani kecil,,buat makan saja sudah cukuplah”..demikian pendapat petani yang tidak pernah ingin berkembang. Tetapi bagi petani yang pantang menyerah, mereka akan berusaha mendapatkan informasi untuk meningkatkan pendapatan dari kegiatan bertani mereka.

Salah satu produk yang patut untuk anda coba adalah Explore 250 EC, ia merupakan fungisida protektif sekaligus zat pengatur tumbuh yang dapat mengendalikan penyakit bercak padi serta hawar pelepah, tidak terkecuali ia juga dapat meningkatkan bobot gabah hingga beberapa persen, serta meminimalkan jumlah gabah yang tidak berisi (hampa), lumayan kan? seperti berdagang, anda modal explore, dapatkan bobot padi yang lebih besar dari sebelumnya, akhirnya pendapatan juga meningkat (atau masih mau dibilang petani yang ga ingin berkembang???abaikan informasi ini :P). Dengan takaran penggunaan yang relatif sedikit sekitar 0,25-1 ml/lt, dapatkan hasil yang maksimal dari peningkatan bobot dan kualitas gabah anda..lagi-lagi seperti berdagang, modal sedikit,,penyakit hilang,,bobot gabah bertambah,,(yos)

foto: http://pt-dgw.com/

Produsen/Distributor

PT. Dharma Guna Wibawa (DGW)

Bahan Aktif

Difenokonazol 250 g/liter

lihat produk kami >>>

Filia 525 SC

Amblaskan Penyakit Blas Padi

Penyakit blas disebabkan oleh jamur Pyriculae oryzae yang ditandai dengan serangan pada daun yang berupa bercak-bercak berbentuk seperti belah ketupat dengan ujung runcing. Pusat bercak berwarna kelabu atau keputih-putihan dan biasanya mempunyai tepi coklat atau coklat kemerahan. Gejala penyakit blas yang khas adalah busuknya ujung tangkai malai yang disebut busuk leher (neck rot). Tangkai malai yang busuk mudah patah dan menyebabkan gabah hampa. Pada gabah yang sakit terdapat bercak-bercak kecil yang bulat (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi).

95px-Rice_blast  

5390479

 

Gambar serangan blas padi

Penyakit Blas padi dapat dikendalikan dengan Filia 525SC yang dipersenjatai dengan dua bahan aktif yang unik.

1. Propikonazol

bahan aktif ini berfungsi untuk mengaktifkan sistem pertahanan penyakit tanaman padi dengan merubah hubungan tanaman-patogen menjadi hubungan yang menguntungkan bagi tanaman padi. Mekanisme kerja bahan ini tidak mengganggu metabolisme pertumbuhan tanaman padi, ia hanya mengaktifkan enzim phenilalanine ammonia-lyase, peroksidase dan polyphenoloksidase sebagai barier bagi kerja jamur penyebab blas padi.

2. Trisiklazol

Trisiklazol merupakan fungisida aktif di dalam Filia 525SC yang berfungsi secara sistemik mengendalikan jamur penyebab blas padi. Cara kerjanya adalah menghambat perkembangan spora jamur penyebab penyakit.

Selain itu produk fungisida besutan syngenta ini juga dapat membuat tanaman padi lebih hijau dan penampakan batang yang lebih kokoh, berguna sekali pada musim angin. Penggunaan yang disarankan adalah pada umur 20, 30, 40, dan 60 hari setelah tanam. Dengan kombinasi dua bahan aktif pilihan ia juga dapat mengendalikan penyakit hawar pelepah, dan penyakit pada bulir padi. Disamping itu, hasil padi juga akan meningkat drastis.(@ri)

Produsen
Syngenta
Bahan Aktif

propikonazol 125 g/lt, trisiklazol 400 g/lt