Filia 525 SC

Amblaskan Penyakit Blas Padi

Penyakit blas disebabkan oleh jamur Pyriculae oryzae yang ditandai dengan serangan pada daun yang berupa bercak-bercak berbentuk seperti belah ketupat dengan ujung runcing. Pusat bercak berwarna kelabu atau keputih-putihan dan biasanya mempunyai tepi coklat atau coklat kemerahan. Gejala penyakit blas yang khas adalah busuknya ujung tangkai malai yang disebut busuk leher (neck rot). Tangkai malai yang busuk mudah patah dan menyebabkan gabah hampa. Pada gabah yang sakit terdapat bercak-bercak kecil yang bulat (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi).

95px-Rice_blast  

5390479

 

Gambar serangan blas padi

Penyakit Blas padi dapat dikendalikan dengan Filia 525SC yang dipersenjatai dengan dua bahan aktif yang unik.

1. Propikonazol

bahan aktif ini berfungsi untuk mengaktifkan sistem pertahanan penyakit tanaman padi dengan merubah hubungan tanaman-patogen menjadi hubungan yang menguntungkan bagi tanaman padi. Mekanisme kerja bahan ini tidak mengganggu metabolisme pertumbuhan tanaman padi, ia hanya mengaktifkan enzim phenilalanine ammonia-lyase, peroksidase dan polyphenoloksidase sebagai barier bagi kerja jamur penyebab blas padi.

2. Trisiklazol

Trisiklazol merupakan fungisida aktif di dalam Filia 525SC yang berfungsi secara sistemik mengendalikan jamur penyebab blas padi. Cara kerjanya adalah menghambat perkembangan spora jamur penyebab penyakit.

Selain itu produk fungisida besutan syngenta ini juga dapat membuat tanaman padi lebih hijau dan penampakan batang yang lebih kokoh, berguna sekali pada musim angin. Penggunaan yang disarankan adalah pada umur 20, 30, 40, dan 60 hari setelah tanam. Dengan kombinasi dua bahan aktif pilihan ia juga dapat mengendalikan penyakit hawar pelepah, dan penyakit pada bulir padi. Disamping itu, hasil padi juga akan meningkat drastis.(@ri)

Produsen
Syngenta
Bahan Aktif

propikonazol 125 g/lt, trisiklazol 400 g/lt