Budidaya Wortel

Latin: Daucus carota

Inggris: Carrot

Cultivar: kuroda, pusaka, ideal, red judy, red sky

 

Persiapan Lahan

Tanah dicangkul hingga 40 cm atau lebih kemudian dibiarkan kena sinar matahari langsung, tambahkan pupuk kandang sebanyak 1,5 kg/m2. Bedengan disiapkan dengan tinggi 15 cm, lebar 100 cm, panjang disesuaikan dengan lahan serta jarak antar bedengan sekitar 40 cm. Pada bedengan dibuat parit dengan lebar 15 cm dan kedalaman 25 cm, serta jarak antar 40 cm. isi dengan pupuk kandang sebanyak 1 genggam untuk 10 meter.

Penanaman

Buat garis memanjang pada barisan yang telah diberi pupuk kandang, taburkan pada alur tersebut biji wortel yang telah dicampur pupuk kandang agar penebarannya merata dan tidak tumbuh berhimpitan. Tutup kembali biji yang dialur dengan pupuk kandang setebal 1 cm, lalu tutup dengan jerami atau daun pisang, kemudian dibuka setelah tanaman tumbuh.

Pupuk pertama diberikan pada saat penanaman dengan cara ditabur pada alur memanjang dengan jarak 5 cm dari posisi tanam. Perkiraan dan dosis pemupukan dapat dilihat pada table berikut:

Umur

Urea

SP-36

KCl

Kg/Ha/Musim Tanam

Sebelum Tanam

249

311

112

4 minggu setelah tanam

124

56

6 minggu setelah tanam

124

56

Pemeliharaan

Penyiraman dilakukan terus menerus hingga biji berkecambah. Kemudian penjarangan dilakukan untuk tanaman yang tumbuh rapat, sehingga diperkirakan jarak tanamnya 5 cm. Lakukan juga penyiangan gulma dan pembumbunan pangkal umbi yang kelihatan di permukaan tanah. Pemupukan tambahan ke dua dilakukan pada umur 1-1,5 bulan terdiri dari urea 50 kg/ha, dan KCl 20 kg/ha dengan cara dialur 5 cm dari tanaman.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian dilakukan bila perlu saja, jika serangan ditemukan atau telah melebihi ambang batas. Beberapa pestisida yang bias digunakan adalah decis 25 EC dan Antracol 70 WP.

Panen

Umumnya panen dilakukan pada umur 3 bulan tergantung varietas. Saat panen yang tepat dengan melihat keadaan umbi agar tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.

Budidaya Tomat

Latin: Lycopersicon esculentum

Inggris: Tomatoes

Cultivar: Permata F1, Tombatu F1, Betavilla F1, Tymoti F1, Lentana F1

Persemaian

Rumah bibit dipersiapkan dari bambu dengan atap palstik. Lebar 1,2 m, tinggi bagian depan 1,5 m dan belakan 1 m, panjang sesuaikan dengan keperluan. Di dalam rumah bibit dibuat bangku dari bambu atau kayu untuk meletakkan panel bibit.

Siapkan tray semai, kertas tissue yang mudah menyerap air, sprayer 1lt, dan pinset. Letakkan 3-5 lapis kertas tissue ke dalam tray semai kemudian basahi dengan air secukupnya.

Benih sebanyak 75-100 biji ditebar diatas kertas tissue yang telah dibasahi tadi. Kemudian tray semai ditutup biarkan selama 3-4 hari di tempat yang tidak terkena cahaya langsung. Pertahankan agar tissue selalu lembab.

Pindah Tanam

Isi panel atau polybag semai dengan media sampai penuh, kemudian basahi dengan air. Benih yang sidah berkecambah pindahkan dari tray semai ke panel atau polybag semai dengan jumlah 1 benih setiap lubang. Simpan panel atau polybag ke dalam rumah bibit sampai 4-6 minggu atau siap tanam.

Persiapan Lahan

Tanah dicangkul dan dibuat bedengan berukuran 2 m, panjang disesuaikan dengan lahan. Tinggi bedeng dibuat 30 cm digunakan sebagai tempat pemeliharaan. Diatas bedengan ditaburi pupuk kandang 15 ton/ha, kemudian aduk rata dengan tanah. Rapikan kembali tanah bedengan dengan ditutup mulsa plastic hitam perak, kemudian kunci mulsa agar tidak sobel terbawa angina

Penanaman

Lubangi plastic dengan diameter 10 cm pada jarak tanam, dengan 2 baris tanaman per bedeng berjarak 30 cm antar bedengan dan 70 cm jarak tanaman dalam barisan.

Penanaman dilakukan pada bibit yang sudah berumur 4-6 minggu atau telah memiliki 3-5 daun. Tiap lubang diisi dengan satu bibit dan dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak akar atau daun tanaman.

Penyulaman atau penggantian tanaman yang kurang baik pertumbuhannya dilakukan pada satu minggu setelah tanam.

Pemberian ajir dilakukan 3-4 minggu setelah tanam. Ajir yang digunakan dapat terbuat dari bambu atau kayu 2 x 100 cm, ditancapkan 10 cm dari pohon, ditanamkan dalam tanah sedalam 20-30 cm dengan posisi miring keluar.

Pengikatan tanaman pada ajir dilakukan pada umur 3-4 minggu setelah tanam dengan tali plastik/raffia.

Perlu dilakukan perwiwilan dengan membuang tunas air di bawah percabangan pada umur 4-6 minggu setelah tanam agar buah tidak kerdil dan masaknya tidak terlambat.

Penyiangan gulma dilakukan tergantung pertumbuhan gulma minimal 2 minggu sekali.

Penyiraman dilakukan pada saat berbunga selama 2 hari sekali.

Pemupukan Tambahan

Pemupukan tambahan dilakukan dimulai pada saat tanaman berumur 2 minggu dengan rekomendasi untuk tanah mineral dengan tingkat kandungan P dan K sedang (Maynard and Hoomuth, 1999, dalam Susila, 2006).

Umur

Urea

SP-36

KCl

Kg/Ha/Musim Tanam

Sebelum Tanam

199

311

90

2 Minggu setelah tanam

100

-

45

5 minggu setelah tanam

100

-

45

7 minggu setelah tanam

100

-

45

Panen dan Pasca Panen

Panen pertama dapat dilakukan mulai 3 bulan setelah tanam kemudian setiap 7 hari sekali. Saat panen buah jangan terlalu masak agar dapat disimpan lama, buah yang sudah dipanen segera disortir (dipisahkan) berdasarkan grade yang sesuai dengan permintaan pasar.

Hama dan Penyakit

Pengendalian dilakukan bila perlu saja jika terlihat adanya serangan hama atau penyakit. Hama yang biasa menyerang tomat adalah kutu, penggorok daun, leafminers, ulat buah, dan lalat penusuk dapat dikendalikan dengan insektisida Hostathion 40 EC dengan dosis 1,5-2 ml/lt atau Proclaim dengan dosis 1-1,5 ml/lt. Sedangkan penyakit yang biasa menyerang tanaman tomat antara lain bercak kering, hawar daun, busuk daun, dan busuk buah dapat dicegah dengan fungisida seperti benlate atau bion-M 1/48WP pada saat umur 7-14 hari dengan interval pemberian 7 hari sekali.

Budidaya Pakchoy

Latin: Brassica rapa cv. Pakchoy

Inggris: Pakchoy

Cultivar : Nauli F1

Pembibitan

Pembibitan dilakukan dengan penaburan benih pada bedengan lalu ditutup tanah setebal 1-2 cm, kemudian disiram dengan sprayer atau gembor. Benih akan tumbuh dalam waktu 3-4 hari. Pemindahan ke bedengan tanam setelah berdaun 3-5 helai.

Persiapan Lahan

Tanah bedengan yang sudah disiapkan digemburkan dan bersih serta tidak boleh ternaungi. Penggemburan tanah dilakukan dengan pemberian pupuk kandang sebagai pupuk dasar, sebaiknya dilakukan 2-4 minggu sebelum bibit ditanam.

Lebar bedengan diatur sepanjang 120 cm, sesuai ukuran petak tanah dengan tinggi 20-30 cm. Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemberian pupuk tambahan dapat dilihat pada table berikut.

Pemupukan tanaman pakchoy dapat dilakukan pada 3 minggu setelah tanam. Adapun rekomendasi pupuk untuk pakchoy pada tanah mineral dengan tingkat kandungan P dan K sedang (Maynard and Hoomuth, 1999, dalam Susila, 2006).

Umur

Urea

ZA

SP-36

KCl

Sebelum tanam

187

-

311

112

3 minggu setelah tanam

187

-

-

112

Penanaman

Pilih bibit yang batangnya tumbuh tegak dan daun hijau segar serta yang tidak terserang hama atau penyakit. Buat lubang tanam dengan ukuran 4-8 x 6-10 cm, pindahkan bibit ke lubang tanam dan kemudian rapikan.

Penyiraman dilakukan teratur terutama pada musim kemarau. Lakukan penjarangan tanaman pada usia 2 minggu setelah tanam, dan lakukan penyulaman tanaman yang mati jika perlu. Penyiangan gulma dapat dilakukan 2-4 kali selama masa tanam.

Hama dan Penyakit

Hama yang biasa menyerang antara lain ulat, thritip, siput, dan cacing bulu. Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian pestisida yang tepat seperti matador 25EC, ataupun Dursband 200EC. Bila ditemukan serangan dalam jumlah cukup besar dapat disemprot dengan Agrimec 18EC, Demolish 18EC, maupun Ampligo 150ZC dengan dosis sesuai anjuran. Sedangkan penyakit yang biasa menyerang adalah bakteri, virus dan jamur dapat dicegah dengan penyemprotan fungisida yang tepat seperti Amistartop 325SC, atau Antracol 70WP.

Squad 200 SL

Herbisida Anti Mahal Nan Menawan

Masalah kualitas racun gulma ini tidak diragukan lagi, layaknya herbisida kontak, aplikasi sekali semprot akan langsung membunuh gulma di persawahan atau areal dataran. Dengan bahan aktif yang umum dipakai yaitu parakuat diklorida, serta kandungan yang tidak terlalu tinggi cukup menjadikannya herbisida anti mahal nan menawan. Formulasi dari Petrokimia Kayaku ini banyak digunakan di areal persawahan maupun perkebunan. Dengan daya bunuh yang baik, harga yang terjangkau, serta kandungan bahan aktif yang tidak terlalu tinggi juga patut menjadi pertimbangan para petani atau pemilik kebun untuk mengaplikasikannya. Apalagi yang bisa membuat kantong anda tetap tebal sepanjang waktu.(@ri)

Produsen
Petrokimia Kayaku
Bahan Aktif

parakuat diklorida 200SL

Jidor + Cozene

Paduan Hemat Cermat Berantas Hama & Penyakit Tanaman

Hama dan penyakit tanaman memang mengganggu, setidaknya itulah yang dirasakan para petani sayur yang menggantungkan hidup mereka dari bercocok tanam. Bagi petani makmur, mereka mungkin dapat membeli pestisida yang berkualitas dan mahal, tetapi bagi petani kecil??atau subsisten??atau musiman?? kualitas tidak bisa disandingkan dengan harga, “lumayan pak, uangnya bisa buat makan” sahut pak karman petani cabai skala kecil yang tinggal di daerah depok. Jidor + Cozene dapat dijadikan pilihan anda dengan budget pas-pasan,,tetapi dari sisi kualitas tetap tidak kalah mumpuni daripada pestisida sejenis dengan harga yang lebih mahal. Hama tanaman maupun penyakit busuk tuntas dibabat oleh kombinasi insektisida dan fungisida ini. Baik untuk diaplikasikan pada sayuran, serta dengan bahan aktif yang sudah umum dikenal, duet maut pembasmi serangga dan jamur ini patut untuk dicoba, tak terkecuali untuk tanaman keras.(@ri)

Produsen
Petrosida Gresik
Bahan Aktif
Jidor
Cozene
lambda sihalotrin 25EC

mankozeb 70%, karbendazim 10%

Filia 525 SC

Amblaskan Penyakit Blas Padi

Penyakit blas disebabkan oleh jamur Pyriculae oryzae yang ditandai dengan serangan pada daun yang berupa bercak-bercak berbentuk seperti belah ketupat dengan ujung runcing. Pusat bercak berwarna kelabu atau keputih-putihan dan biasanya mempunyai tepi coklat atau coklat kemerahan. Gejala penyakit blas yang khas adalah busuknya ujung tangkai malai yang disebut busuk leher (neck rot). Tangkai malai yang busuk mudah patah dan menyebabkan gabah hampa. Pada gabah yang sakit terdapat bercak-bercak kecil yang bulat (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi).

95px-Rice_blast  

5390479

 

Gambar serangan blas padi

Penyakit Blas padi dapat dikendalikan dengan Filia 525SC yang dipersenjatai dengan dua bahan aktif yang unik.

1. Propikonazol

bahan aktif ini berfungsi untuk mengaktifkan sistem pertahanan penyakit tanaman padi dengan merubah hubungan tanaman-patogen menjadi hubungan yang menguntungkan bagi tanaman padi. Mekanisme kerja bahan ini tidak mengganggu metabolisme pertumbuhan tanaman padi, ia hanya mengaktifkan enzim phenilalanine ammonia-lyase, peroksidase dan polyphenoloksidase sebagai barier bagi kerja jamur penyebab blas padi.

2. Trisiklazol

Trisiklazol merupakan fungisida aktif di dalam Filia 525SC yang berfungsi secara sistemik mengendalikan jamur penyebab blas padi. Cara kerjanya adalah menghambat perkembangan spora jamur penyebab penyakit.

Selain itu produk fungisida besutan syngenta ini juga dapat membuat tanaman padi lebih hijau dan penampakan batang yang lebih kokoh, berguna sekali pada musim angin. Penggunaan yang disarankan adalah pada umur 20, 30, 40, dan 60 hari setelah tanam. Dengan kombinasi dua bahan aktif pilihan ia juga dapat mengendalikan penyakit hawar pelepah, dan penyakit pada bulir padi. Disamping itu, hasil padi juga akan meningkat drastis.(@ri)

Produsen
Syngenta
Bahan Aktif

propikonazol 125 g/lt, trisiklazol 400 g/lt